BerandaHits
Minggu, 18 Mei 2019 09:57

Liverpool Dilarang Pakai Kostum Baru di Final Liga Champions

Kostum terbaru Liverpool. (Twitter/LFC)

Banyak tim yang sengaja memakai kostum baru di akhir musim sebagai ajang promosi. Namun, Liverpool dipastikan nggak boleh memakainya di partai Final Liga Champions, pada 1 Juni mendatang.

Inibaru.id – Menjelang akhir musim 2018-2019, banyak tim yang sengaja memakai kostum baru sebagai ajang promosi, termasuk Liverpool. Namun, UEFA dengan tegas melarang anak asuh Jurgen Klopp itu memakai kostum baru di partai final Liga Champions nanti.

Laman Bolasport, Sabtu (18/5/2019) menulis, sejak April 2019, Liverpool sudah merilis jersey baru untuk musim depan yang memiliki gaya khas 1980-an. Kostum ini langsung mendapatkan respons positif pendukungnya. Banyak orang yang memperkirakan kostum ini dipakai pada laga terakhir kandang musim ini melawan Wolverhampton. Namun, Liverpool justru memilih untuk tetap memakai kostum lamanya.

Hal ini membuat banyak orang berspekulasi kostum baru itu akan di partai final Liga Champions melawan Tottenham. Namun, prediksi itu dipastikan nggak akan terjadi karena UEFA telah melarangnya.

Otoritas sepak bola Eropa menyebut kostum yang dipakai di babak final haruslah kostum yang sama sebagaimana yang didaftarkan di awal musim. Hal ini bisa menjadi pengecualian bila ada pergantian sponsor utama.

Nggak hanya kostum, nomor punggung pemain juga nggak bisa diubah-ubah. Meskipun ada bursa transfer pemain di musim dingin, nomor punggung yang sudah didaftarkan sejak awal musim hanya bisa dipakai satu pemain saja.

Karena alasan inilah pemain Arsenal, Henrikh Mkhitaryan memakai dua nomor punggung yang berbeda pada musim 2017-2018, yakni 77 di Liga Europa dan 7 di Liga Inggris. Hal ini disebabkan nomor punggung 7 sudah dipakai Alexis Sanches yang kemudian pindah ke Manchester United.

Terakhir kali tim memakai seragam baru di partai final Liga Champions adalah Bayern Muenchen di partai final musim 2009-2010 melawan Internazionale Milan. Saat itu, Bayern memakai kostum garis-garis merah putih, berbeda dengan kostum dengan dominasi warna merah yang dipakai sepanjang musim.

Omong-omong, jersey baru Liverpool keren nggak sih menurut Millens? (IB09/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: