BerandaHits
Sabtu, 16 Mei 2025 10:22

Langkah BPOM dan BGN Cegah Kasus Keracunan MBG Kembali Terulang

Kasus keracunan MBG berkali-kali terjadi di Indonesia. (Riliskalimantan)

DPR memanggil BPOM dan BGN untuk mencari tahu apa penyebab banyaknya kasus keracunan dalam program MBG sekaligus meminta solusi demi mencegah hal tersebut kembali terjadi.

Inibaru.id – Kasus keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG) yang bertubi-tubi terjadi akhirnya bikin pemerintah resah juga. Dewan Perwakilan Rakyat DPR) RI sampai menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) serta badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengetahui apa penyebab dari hal ini.

Sayangnya, dalam RDP tersebut, BPOM mengaku baru dilibatkan dalam program tersebut usai kasus keracunan terus terjadi sampai memicu dikeluarkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kami dilibatkan saat sudah ada kejadian luar biasa,” ungkap Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam RDP yang digelar di Kompleks Parlemen Jakarta pada Kamis (15/5/2025).

Dia menyayangkan hal tersebut karena realitasnya, BPOM punya banyak tenaga ahli yang memang tahu bagaimana standar pengecekan pangan yang baik sehingga bisa mencegah terjadinya kasus keracunan. Lebih dari itu, dia juga menyayangkan hal lainnya, yaitu meski sudah ada 13 nota kesepahaman, dalam praktiknya BPOM nggak dilibatkan dalam dalam program ini.

“Memang, lembaga kami nggak berwenang menjalankan makan bergizi gratis karena domainnya di Badan Gizi. Tapi, (dalam banyak hal lain) kami memang nggak dilibatkan,” lanjut Taruna.

BPOM Beberkan Hasil Temuan

Ada beberapa penyebab kasus keracunan dalam program MBG. (Cluetoday)

Nggak hanya mengungkap kalau pihaknya nggak dilibatkan dalam pengecekan pangan untuk MBG, BPOM juga mengungkap apa saja penyebab keracunan makanan dalam program MBG yang memicu status 17 KLB di 10 provinsi selama periode 6 Januari sampai 12 Mei 2025 ini.

Yang pertama adalah terjadinya kontaminasi awal dari bahan mentah atau saat bahan pangan tersebut diolah. Yang kedua adalah terjdinya perkembangan bakteri, serta yang terakhir adalah gagalnya proses pengamanan pangan yang akan diberikan ke siswa tersebut.

“Ada juga makanan yang dimasak terlalu singkat sehingga bikin bakteri nggak mati dan akhirnya memicu keracunan pada anak-anak yang mengonsumsinya. Higienitas dan sanitasi dapur juga perlu diperhatikan lagi,” lanjut Taruna.

BGN mengeluarkan instruksi agar kasus keracunan akibat MBG nggak lagi terjadi

Kepala BGN Dadan Hindayana mengaku pihaknya sudah melakukan sejumlah instruksi demi mencegah kasus keracunan program MBG terulang. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

Selain BPOM yang menyoroti tingginya kasus keracunan akibat MBG, pihak yang bertanggung jawab atas program ini, Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengeluarkan sejumlah instruksi yang diharapkan bisa mencegah kasus-kasus tersebut kembali terjadi.

“Yang pasti, proses pembuatan makanan dan proses distribusi ke sekolah diperketat sebagai langkah korektif dan preventif,” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana pada Jumat (16/5).

BGN juga meminta dapur-dapur MBG lebih cermat dalam memilih bahan baku, serta sebisa mungkin memendekkan jeda antara waktu memasak dengan pendistribusian makanan ke sekolah. Lebih dari itu, mitra MBG juga diwajibkan mengecek tampilan dan rasa dari makanan sebelum dibagikan ke siswa.

Hm, dari semua langkah yang akan diambil oleh BPOM dan BGN ini, apakah menurutmu nggak akan lagi ada kasus keracunan dalam program MBG ke depannya, Millens? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: