BerandaHits
Jumat, 16 Mei 2024 17:00

Konser Bersua Project di Pati; Meriah, meski Diwarnai Drama Pembatalan

Penampilan spektakuler band Fourtwnty pada konser musik perdananya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Meski sempat diwarnai drama pembatalan salah satu guest star, konser musik Bersua Project di Pati tetap berlansung meriah dengan kehadiran Threesixty, Stand Here Alone, For Revenge, Nadin Amizah, dan Fourtwnty.

Inibaru.id - Menyatukan aliran musik balada yang cenderung ringan dengan genre rock yang cadas dalam sebuah panggung bukanlah pekerjaan mudah. Namun, hal ini agaknya nggak berlaku sekarang. Sudah banyak konser yang berhasil melakukannya, termasuk Bersua Project yang digelar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Surya sudah ayun-temayun saat halaman Stadion Joyokusumo mulai dipadati lautan anak muda pada Minggu, 12 Mei 2024. Sebentuk panggung megah menyambut mereka yang telah menggenggam tiket di tangan. Sore itu, diperkirakan ribuan penonton akan memadati halaman stadion.

Dengan antusiasme tinggi, mereka datang untuk menyaksikan konser musik perdana Threesixty, Stand Here Alone, For Revenge, Nadin Amizah, dan Fourtwnty, di kabupaten yang berjarak sekitar 80-an kilometer dari Kota Semarang tersebut.

Oya, untuk yang belum tahu, Threesixty, Stand Here Alone, dan For Revenge adalah band beraliran rock, sedangkan Nadin Amizah dan Fourtwnty dikenal sebagai pelantun musik balada. Konsep ini mungkin terdengar aneh, tapi justru di sinilah keunikannya.

Singkat cerita, konser berlangsung lancar dan semua penonton merasa senang dengan perpaduan dua genre tersebut dalam satu panggung.

Drama Pembatalan

Ribuan penonton memadati halaman Stadion Joyokusumo Pati untuk menyaksikan konser musik Bersua Project. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Yap, konser memang berjalan lancar, kendati sempat terjadi drama pembatalan bintang tamu. Dua hari sebelum event berlangsung, promotor Bersua Project melalui akun medsos resminya mengumumkan bahwa Vierratale yang rencananya juga akan menjadi bagian dari konser tersebut batal tampil.

Pengumuman itu sekaligus menginformasikan bahwa venue yang awalnya akan digelar di Lapangan Kodim Alugoro dipindah ke Stadion Joyokusumo. Drama ini sempat memunculkan kekecewaan yang bermuara pada pengembalian tiket, meski berakhir damai karena konser tetap berlangsung baik.

Nafisatun Nur Afifah, salah seorang penonton, mengaku sempat merasa kecewa setelah mengetahui Vierratale gagal tampil. Namun, dia yang butuh menempuh satu jam perjalanan dari rumah tetap datang ke konser karena masih ada Fourtwnty dan Nadin Amizah yang juga menjadi idolanya.

"Kesel banget, terlebih cancel-nya (Vierratale) H-2," terang perempuan yang akrab disapa Nafis itu kepada Inibaru.id nggak lama setelah konser berakhir. "Tapi tetap seru, kok, meski harus siap-siap sejak sore karena perjalanan (dari rumah) cukup jauh."

Bikin Merinding

Nadin Amizah berhasil menghibur penonton dengan penampilannya. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Nafis datang bersama sahabatnya. Mengenakan blus biru, perempuan 23 tahun tersebut benar-benar merasa puas karena bisa menyaksikan secara langsung penampilan Fourtwnty dan Nadin yang membawakan lagu-lagu ear catching yang menurutnya bikin merinding.

"Biarpun jauh dari panggung, aku takjub benget ngelihat penampilan mereka. Benar-benar merinding. That’s really amazing!" tukasnya dengan mata berbinar.

Pengalaman serupa juga dirasakan Fita Dwi Juniarti, remaja 13 tahun yang datang untuk Nadin Amizah dan For Revenge. Menurutnya, lirik lagu kedua idolanya itu selalu mewakili perasaannya. Jadi, meski harus pulang hingga larut malam, dia senang karena bisa melihat langsung penampilan mereka.

"Nggak apa-apa pulang larut banget, tidur cuma 3-4 jam dan besoknya harus sekolah. Nggak hafal semua lagu yang mereka bawakan juga, tapi tetap happy," ujar Fita yang nonton konser bersama kakaknya.

Kabupaten Pati mungkin bukanlah kota megapolitan, tapi antusiasme masyarakat untuk menyambangi konser agaknya nggak kalah dengan kota-kota besar, lo! Semoga ke depan lebih banyak lagi pemusik yang tampil di daerah-daerah, ya! (Rizki Arganingsih/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: