BerandaHits
Selasa, 15 Jul 2024 19:41

Kementerian ART/BPN Menarget 87 Kasus Mafia, Terbesar di Grobogan

Menteri ATR/BPN AHY ungkap mafia tanah di Polda Jateng, Senin (15/7). (Istimewa)

Kementerian ATR BPN menarget 87 kasus mafia tanah dengan 92 orang telah ditetapkan sebagai tersangka; dengan kasus terbesar di Grobogan, menyelamatkan kerugian negara Rp3,41 triliun.

Inibaru.id - Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) mengumumkan telah menangkap dan menahan 92 pelaku dari 87 kasus mafia tanah yang mereka targetkan selama 2024. Hal itu disampaikan Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono di Polda Jateng, Senin (15/7).

"Pengungkapan terbesar yang ditangani kementerian adalah di Grobogan, dengan kerugian mencapai Rp3,41 triliun, dihitung berdasarkan rencana terhambatnya investasi dan pengembangan kawasan industri di kabupaten tersebut," ungkap lelaki yang akrab disapa AHY tersebut.

Pengungkapan ini, lanjutnya, berawal pada 2010-2011. DBY (66) selaku tersangka mengalihkan hak tanah SHGB Nomor 1 milik PT Azam Laksana Intan Buana (ALIB) kepada perusahan PT AAA. Akta dibuat tanpa persetujuan pemilik sah yang proses pengurusannya mendapat bantuan dari pihak notaris.

"Jadi, modus tersangka adalah memalsukan dokumen akta autentik dengan memindah tangan sertifikat 82,6 hektare tanah SHGB dari pemenang lelang atau pemilik sah. Seolah-olah tanah hilang dengan mendapat bantuan oknum notaris," jelasnya.

Namun, tanah yang dikelola tersangka rupanya menjadi sengketa hukum lantaran dalam praktik di lapangan, dia berusaha masuk ke kawasan industri melalui proyek berjejaring pipa.

"Dalam kasus ini, Kementerian ATR/BPN menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp3,41 triliun karena membuat rencana investasi dan pendirian sektor industri tersendat," ujarnya.

Teliti Mengelola Tanah

Menteri ATR/BPN AHY ungkap mafia tanah di Polda Jateng, Senin (15/7). (Istimewa)

Merefleksi kasus mafia tanah yang banyak terjadi di Tanah Air, AHY mengimbau para pemilik tanah untuk lebih teliti dalam mengelolanya. Apabila menemukan indikasi ketidakabsahan, masyarakat sebaiknya segera melapor ke kantor ATR/BPN untuk mencabut akta.

"Perlu berhati-hati saat melakukan transaksi jual beli tanah properti. Lakukan verifikasi dokumen, datangi kantor BPN setempat. Jangan telantarkan tanah. Rawat dan garap, jangan sampai terlantar hingga dikuasai pihak lain. Pasang patok batas secara fisik," tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan kasus mafia tanah adalah bentuk jaminan keamanan yang memerlukan kolaborasi dan komitmen kuat penegak hukum. Karena itulah pihaknya menjamin keamanan dan kepastian hukum bagi pemilik tanah yang sah.

"Pengungkapan kasus mafia tanah oleh Polda Jateng adalah bentuk jaminan keamanan dan kepastian hukum bagi pemilik tanah yang sah," tegasnya.

Luthfi memaparkan, bersama Satgas Mafia Tanah, Polda Jateng saat ini telah mengungkap lima kasus mafia tanah. Tiga kasus telah memunculkan enam tersangka dengan satu orang diantaranya divonis dua tahun penjara melalui pengadilan.

"Potensi kerugian mafia tanah terbesar di Grobogan senilai mencapai Rp3,4 triliun. Berikutnya adalah di Ungaran, sebesar Rp1,8 miliar. Ini merupakan yang terbesar secara nasional," tandasnya. (Danny Adriadhi Utama/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: