BerandaHits
Jumat, 1 Okt 2020 12:12

Jemput Pasien Covid-19, Nakes Malah Dilumuri Kotoran oleh Keluarga

Foto nakes dilumuri kotoran oleh keluarga pasien Covid-19 di Surabaya. (Pemkot Surabaya/Surya.co.id)

Nggak ingin anggota keluarganya dibawa ke rumah sakit, keluarga dari Surabaya ini tega melumuri tenaga kesehatan (nakes) dengan kotoran sebagai perlawanan. Berhasil nggak ya para nakes ini membawa pasien ke RS?

Inibaru.id – Lagi-lagi, kasus tenaga kesehatan (nakes) yang mendapatkan penolakan dari warga saat akan menangani pasien Covid-19 kembali terjadi. Kali ini dialami oleh nakes dari sebuah Puskesmas di Surabaya, Jawa Timur. Saat akan menjemput pasien Covid-19, dia justru dilumuri kotoran oleh keluarga pasien. Foto-foto nakes dengan kotoran yang menempel di APD ini kemudian viral di media sosial.

Kasus ini dipastikan benar-benar terjadi oleh Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara. Berdasarkan keterangannya, kasus ini terjadi saat sang nakes menjemput pasien di Rusun Bandarejo pada Selasa (29/9/2020).

Sebelumnya, Pemkot Surabaya memang mengadakan tes swab di lokasi tersebut pada Rabu (23/9). Hasil tes ini keluar pada Senin (28/9) dan menemukan fakta bahwa ada pasien yang positif.

“Si Mr X ini ternyata juga ada komorbidnya sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit rujukan, tepatnya ke BDH,” terang Febri sebagaimana dikutip dari Surya, Rabu (30/9).

Nakes masih sering mendapatkan penolakan dan perlakukan nggak menyenangkan dari masyarakat saat menangani Covid-19. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Sayangnya, kedatangan nakes untuk menjemput Mr X ditolak oleh pihak keluarga. Istri dan anak pasien bersikukuh nggak mau menuruti permintaan nakes. Padahal, sebelumnya dilakukan mediasi antara keluarga, pihak kecamatan, ahli kesehatan, dan pemerintah Kota. Mediasi ini menghasilkan kesepakatan pasien dibawa ke rumah sakit.

“Tetap saja keluarga nggak terima. Lalu melumuri kotoran ke baju hazmat petugas,” kata Febri.

Para nakes nggak membalas tindakan menjijikkan dari pihak keluarga dan memilih untuk terus membujuk keluarga. Akhirnya, pasien bisa dibawa ke rumah sakit. Bahkan, seluruh anggota keluarga bisa dites swab.

Mengingat kasus penolakan dari keluarga telah beberapa kali terjadi, Febri pun meminta masyarakat untuk menyadari bahaya dari Covid-19 dan mematuhi saran dari para tenaga kesehatan. Apalagi, pandemi Corona masih sulit dikendalikan di Indonesia.

“Ini kan sebenarnya untuk kebaikan bersama agar bisa memutus penularan. Penyakit ini bukanlah aib,” pungkas Febri.

Ternyata, nggak hanya penolakan permakaman dengan protokol kesehatan, penjemputan pasien agar dirawat di rumah sakit karena Covid-19 masih belum benar-benar disadari pentingnya oleh warga, ya Millens? Kira-kira, ada nggak ide agar kasus-kasus ini nggak lagi terulang? (Kom/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: