BerandaHits
Sabtu, 2 Feb 2024 16:09

Hoaks Seputar Pemilu Mulai Menyerang, Mafindo: Terbanyak di Youtube

Konten hoaks seputar pemilu paling banyak tersebar melalui Youtube. (Freepik)

Setiap kali negara kita hendak menyelenggarakan pemilu, selalu saja banyak hoaks yang tersebar. Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mengatakan, berita hoaks paling banyak tersebar melalui platform youtube.

Inibaru.id – Penyebaran hoaks mendekati event besar Indonesia, termasuk Pemilu bukanlah hal baru. Ironis memang, pemerintah seperti sudah kehabisan akal untuk membasminya.

Bahkan, Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) telah mengungkapkan temuan mengkhawatirkan sebanyak 2.330 hoaks selama tahun 2023, di mana hoaks politik mencapai 1.292, dan sebanyak 645 di antaranya berhubungan langsung dengan Pemilu 2024. Miris ya?

Perlu dicatat bahwa jumlah hoaks politik ini dua kali lipat lebih tinggi daripada jumlah hoaks serupa pada musim Pemilu 2019 yang hanya mencapai 644.

Dalam konteks ini, persentase hoaks politik pada tahun 2023 mencapai 55.5%, menandakan peningkatan yang signifikan dan kembali mendominasi topik hoaks pasca-2019. Ini menjadi perhatian serius karena masifnya hoaks politik dapat mengganggu demokrasi, mengacaukan kejernihan informasi, dan bahkan mengajak masyarakat menolak hasil pemilu.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya komprehensif untuk mencegah dan menangani hoaks guna menjaga kedamaian Pemilu 2024.

Dalam penelitian ini, Mafindo menemukan bahwa platform Youtube menjadi tempat paling umum ditemukannya hoaks, mencapai 44.6%, diikuti oleh Facebook (34.4%), Tiktok (9.3%), Twitter atau X (8%), Whatsapp (1.5%), dan Instagram (1.4%).

“Dominasi konten hoaks berupa video menjadi tantangan besar bagi ekosistem periksa fakta, karena konten hoaks video cepat sekali viral karena sering dibumbui dengan elemen yang emosional. Sedangkan upaya periksa fakta konten video membutuhkan proses yang lebih lama ketimbang foto atau teks,” jelas Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho, Kamis (1/2/2024).

Jangan sampai banyaknya konten hoaks melalui deepfake menggiring opini kita ya. (dok. perludem)

Menjelang Pemilu 2024, teknologi kecerdasan buatan (AI) turut berkontribusi dengan munculnya konten deepfake, seperti video pidato Presiden Jokowi dalam bahasa Mandarin.

“Terlebih konten hoaks yang dibuat menggunakan AI, tidak mudah untuk bisa mendapatkan kesimpulan apakah itu hoaks atau bukan.”

Sementara itu, Ketua Komite Litbang Mafindo, Nuril Hidayah (Vaya) menyebutkan bahwa hoaks pada Pemilu 2024 didominasi oleh konten video, berbeda dengan Pemilu 2019 yang lebih banyak berupa foto atau gambar. Hal ini menjadi tantangan bagi pemeriksa fakta, mengingat proses periksa fakta konten video membutuhkan waktu lebih lama.

Nggak Pandang Bulu

Semua kandidat presiden dan calon wakil presiden menjadi sasaran utama hoaks politik, baik dengan narasi positif maupun negatif. Anies Baswedan menjadi yang paling banyak disebut, dengan 206 narasi positif dan 116 narasi negatif.

Konten hoaks politik masih didominasi oleh serangan antarpendukung kandidat, meskipun tingkat polarisasi dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) cenderung lebih rendah daripada Pemilu 2019.

“Namun, jika pilpres masuk ke putaran kedua, perlu diwaspadai peningkatan hoaks dan ujaran kebencian yang menggunakan isu SARA,” ujar Septiaji.

Topik hoaks yang paling sering muncul adalah dukungan/pengakuan kepada kandidat (33.1%), isu korupsi (12.8%), penolakan terhadap kandidat (10.7%), karakter atau gaya hidup negatif kandidat (7.3%), isu kecurangan pemilu (5%), dan isu SARA (3.9%).

“Isu kecurangan pemilu harus disikapi dengan sangat serius oleh penyelenggara pemilu. Karena isu ini yang diprediksi meningkat tajam setelah hari-H (14 Februari 2024), dan berpotensi membuat orang menolak hasil pemilu dan memantik keonaran. Kami sudah menemukan beberapa konten hoaks yang mendelegitimasi penyelenggaraan pemilu seperti hoaks mobilisasi ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), hoaks sistem teknologi informasi (TI) KPU, dan isu keberpihakan penyelenggara pemilu,” sambung Septiaji.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Mafindo bersama dengan Bawaslu RI, Koalisi Masyarakat Sipil Lawan Disinformasi Pemilu 2024, Koalisi Cekfakta.com, dan Koalisi DAMAI, telah berkolaborasi dalam upaya monitoring, pelaporan, dan penanganan hoaks.

Mereka juga aktif memproduksi konten prebunking atau pencegahan hoaks, terutama dalam bentuk video. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus ditingkatkan dengan melibatkan platform digital, penyelenggara pemilu, pemerintah, dan warganet, guna menghadang hoaks Pemilu 2024.

Lantaran hoaks seputar pemilu dan para kandidat capres-cawapres sudah menyebar, yuk ah lebih berhati-hati dengan berita yang kita asup. Jangan sampai berita bohong bikin penilaian kita menjadi berat sebelah. Betul nggak? (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: