BerandaHits
Rabu, 7 Mei 2024 17:00

Hadirkan Fahruddin Faiz, 'Ngaji Kebangsaan' di Pati Disambut Antusias

Opening speech dari Ahmad Dimyati, Wakil Rektor I IPMAFA sebelum acara inti dimulai. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Ahli filsafat Fahruddin Faiz yang hadir dalam acara 'Ngaji Kebangsaan' di IPMAFA menjadi magnet tersendiri yang disambut antusias oleh masyarakat Pati.

Inibaru.id - Fahruddin Faiz, siapa yang nggak mengenal ahli filsafat yang videonya acap jadi FYP di Tiktok itu? Belum lama ini, saya yang penasaran dengan sosok yang dikenal dengan gaya tuturnya yang santun tersebut pun menyempatkan diri menyambangi sebuah acara di Kabupaten Pati yang diisinya.

Faiz, begitu dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini biasa disapa, hari itu menjadi pembicara utama dalam acara Ngaji Kebangsaan di Masjid Kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati. Suasananya begitu ramai. Sepertinya mereka begitu penasaran dengan dosen yang selalu tampil dengan kajian-kajian filsafatnya yang mendalam ini.

Bukan lewat gawai, hari itu kami ingin menyaksikan langsung gimana lelaki kelahiran Madiun, 16 Agustus 1975 tersebut berdialektika. Maklum, Pati bukanlah kota yang kerap disambangi pembicara berkelas seperti Faiz.

Oya, sedikit informasi, Ngaji Kebangsaan adalah sebuah kajian yang digelar oleh Pojok Diskusi IPMAFA yang berkerja sama dengan Duta Damai Santri Jawa Tengah. Ketua Panitia A Andre Yusuf mengatakan, keberadaan Faiz di Pati ini bermula dari obrolan ringannya bersama teman-teman Pojok Diskusi.

Fahruddin Faiz ketika menyampaikan materi di masjid IPMAFA tentang cinta pada sesama. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

"Kami berpikir, mungkinkah (Ngaji Kebangsaan) mengundang narasumber dari luar? Dari situlah pembahasan berlanjug, hingga terpilihlah Fahruddin Faiz sebagai sasaran utama," terangnya.

Setelah itu, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah itu melanjutkan, para penggawa Pojok Diskusi memutuskan untuk menyambangi langsung dosen 48 tahun tersebut di Yogyakarta untuk menanyakan kesanggupan Faiz mengisi acara di Pati.

"Kami sowan ke Jogja untuk bertemu Pak Faiz, ternyata beliau menyanggupi," kenang Andre dengan mimik muka berseri-seri.

Antusiasme yang Tinggi

Saat ini, Faiz memang menjadi magnet tersendiri bagi para muda. Hal ini diakui Andre. Menurut pemuda 25 tahun tersebut, anak muda memiliki antusiasme yang cukup tinggi dengan kehadiran doktor ilmu filsafat itu, terbukti dengan tiket pre-sale yang langsung terjual habis nggak lama setelah diumumkan.

"Euforia itu sudah saya rasakan sejak hari pertama pembukaan registrasi, Mbak. Pak Faiz kan memang terkenal, sering mengisi podcast dan berbagai kajian filsafat," akunya.

Selain pembicara yang populer, menurut saya antusiasme yang tinggi juga dipengaruhi oleh harga tiketnya yang lumayan terjangkau. Tiket pre-sale hanya dibanderol Rp10 ribu, sedangkan yang dibeli on the spot dihargai Rp15 ribu. Hm, lebih murah dari harga bakso semangkuk, lo! Ha-ha.

Membumikan cinta di tengah perbedaan yang ada adalah tantangan bagi kita semua. (Inibaru.id/ Rizki Arganingsih)

Ngaji Kebangsaan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, nggak lama setelah saya tiba di lokasi. Temanya adalah "Membumikan cinta, Merajut Persaudaraan dalam Perbedaan". Sama seperti kata Andre, menurut saya tema ini begitu relate dengan isu saat ini dan begitu cocok untuk dibawakan Faiz.

"Tema ini sesuai dengan tujuan dari teman-teman Duta Damai Santri yang berkolaborasi dengan kami, yakni menciptakan perdamaaian dan persaudaraan du tengah tantangan globalisasi dan perbedaan yang semakin kompleks ini," tutur lelaki asal Pati itu begitu acara berakhir.

Eits, di sini saya nggak akan bercerita tentang materi yang diberikan Faiz, lo. Namun, saya harus mengakui bahwa Andre dkk telah melakukan upaya terbaiknya untuk menyukseskan acara ini. Seperti saya yang terkesan, dia pun merasa lega setelah berhasil "menjamu" seluruh peserta dengan baik.

"Ada kepuasan tersendiri (setelah acara berakhir dengan baik), Mbak. Selagi ada kemauan, tenyata kami mampu menggelar acara yang mendatangkan pesohor seperti Pak Faiz," tutupnya.

Hari itu saya gagal bicara langsung dengan Fahruddin Faiz. Namun, melihat antusiasme yang begitu besar, baik dari sisi peserta maupun panitia, saya berharap bakal ada lebih banyak lagi acara beginian di tanah kelahiran saya ini. (Rizki Arganingsih/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: