BerandaHits
Jumat, 15 Jun 2023 09:11

Dari Motor BBM Ingin Beralih ke Listrik, Begini Tahapannya

Ilustrasi: Pemerintah menargetkan peralihan penggunaan motor listrik berbasis baterai mencapai 6 juta unit pada 2025. (Dokumentasi PLN)

Ada beberapa tahapan yang mesti kamu lalui untuk bisa mengubah motor BBM milikmu menjadi motor listrik. Biar nggak bingung, simak langkah-langkahnya dengan saksama, ya!

Inibaru.id - Kita semua tahu, Pemerintah Indonesia sedang gencar mendorong masyarakat untuk berpindah dari menggunakan motor berbasis bahan dasar minyak (BBM) ke motor listrik. Hal itu sebagai upaya untuk menekan emisi dan mengurangi konsumsi BBM. Pemerintah menargetkan peralihan penggunaan motor listrik berbasis baterai mencapai 6 juta unit pada 2025.

Namun, ajakan konversi tersebut nggak mudah dilaksanakan, Millens. Mengutip Fin (28/9/2022), Staf Khusus Menteri ESDM Sripeni Inten Cahyani mengatakan, biaya menjadi tantangan terbesar konversi motor konvensional ke listrik.

Dalam wesite Esdm, diungkapkan total biaya konversi nantinya akan dikurangi Rp7 juta, yang merupakan program biaya subsidi konversi satu buah motor. Jadi, kalau biaya konversinya Rp15 juta, maka yang perlu kamu bayarkan ke pihak bengkel sebesar Rp8 juta.

Tahap-Tahap Konversi Motor

Meski harus mengalokasikan dana yang nggak sedikit, niat baik pemerintah untuk menyelamatkan lingkungan perlu kita dukung, ya. Buat kamu yang berniat mengubah motor konvensional berbahan bakar fosil menjadi listrik, ketahui dulu tahapannya.

1. Mendaftarkan Diri

Langkah pertama tentu saja mendaftarkan diri ke platform resmi esdm, yaitu di www.ebtke.esdm.go.id/konversi. Platform tersebut menyediakan layanan untuk pemohon, yaitu untuk pendaftaran konversi, memilih informasi bengkel pelaksana terdekat dari lokasi serta pengecekan status pengerjaaan konversi motor.

"Pada platform ini ada 9 tahapan konversi. Tapi jangan khawatir, 9 tahap ini hampir semuanya ada di tanggung jawab bengkel konversi, jadi masyarakat fokus pada tahap pertama saja yaitu mendaftarkan diri di platform digitalnya saja, dan mengisi data-data identifikasi diri sesuai KTP dan motor apa yang akan dikonversi, setelah waktunya ditentukan, bengkel tersebut akan menghubungi pemohon", terang Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Gigih Udi Utomo pada acara Sosialisasi Bantuan Pemerintah Program Konversi Motor Listrik yang digelar Selasa (4/4/2023), dikutip dari Esdm (5/5).

2. Pengecekan Kondisi Motor

Ilustrasi: Sebelum motor listrik diberikan kepada pemiliknya, motor akan diuji coba terlebih dahulu. (Detik/Syike Febrina Laucereno)

Setelah mendaftar, kamu tunggu saja sampai pihak bengkel menghubungimu untuk datang ke bengkel. Kamu harus membawa identitas diri dan identitas kendaraannya (KTP, STNK dan BPKB). Oleh bengkel akan dicek legalitas kesesuaian antara STNK, BPKB, nomor rangka, dan nomor mesin. Setelah selesai dicek kondisi motornya, maka siap untuk dikonversi. Oh iya, kamu harus tahu kapasitas mesin motor yang bisa dikonversi listrik ini adalah rentang 100-150 CC, ya.

3. Pengujian Motor

Setelah dilakukan konversi motor oleh bengkel, langkah selanjutnya adalah pengujian untuk memastikan bahwa motor laik jalan. Kamu akan mendapat Sertifikat Uji Tipe (SUT) dan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

"Ini dari bengkel yang akan mengupload permohonan dokumennya di platform digital ini. Setelah mengajukan akan diproses di Kementerian Perhubungan yang memastikan motor tersebut laik jalan. Setelahnya akan diperiksa oleh lembaga sertifikasi independent. Setelah semua verifikasi dan memastikan semua komponennya ada, maka motor tersebut dapat dianggap selesai. Di langkah terakhir di platform ini adalah mengajukan perubahan STNK," tandas Gigih.

Nah, jika semua tahapan itu sudah kamu lalui, motor hasil konversi listrik milikmu dapat dibawa pulang. So, selamat mencoba kendaraan yang lebih ramah lingkungan, ya! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Ikuti Tren Nasional, Angka Pernikahan di Kota Semarang Juga Turun

9 Nov 2024

Belajar dari Yoka: Meski Masih Muda, Ingat Kematian dari Sekarang!

9 Nov 2024

Sedih dan Bahagia Disajikan dengan Hangat di '18x2 Beyond Youthful Days'

9 Nov 2024

2024 akan Jadi Tahun Terpanas, Benarkah Pemanasan Global Nggak Bisa Dicegah?

9 Nov 2024

Pemprov Jateng Dorong Dibukanya Kembali Rute Penerbangan Semarang-Karimunjawa

9 Nov 2024

Cara Bijak Orangtua Menyikapi Ketertarikan Anak Laki-laki pada Makeup dan Fashion

9 Nov 2024

Alasan Brebes, Kebumen, dan Wonosobo jadi Lokasi Uji Coba Program Makan Bergizi di Jateng

9 Nov 2024

Lebih Dekat dengan Pabrik Rokok Legendaris di Semarang: Praoe Lajar

10 Nov 2024

Kearifan Lokal di Balik Tradisi Momongi Tampah di Wonosobo

10 Nov 2024

Serunya Wisata Gratis di Pantai Kamulyan Cilacap

10 Nov 2024

Kelezatan Legendaris Martabak Telur Puyuh di Pasar Pathuk Yogyakarta, 3 Jam Ludes

10 Nov 2024

Warga AS Mulai Hindari Peralatan Masak Berbahan Plastik Hitam

10 Nov 2024

Sejarah Pose Salam Dua Jari saat Berfoto, Eksis Sejak Masa Perang Dunia!

10 Nov 2024

Memilih Bahan Talenan Terbaik, Kayu atau Plastik, Ya?

10 Nov 2024

Demo Buang Susu; Peternak Sapi di Boyolali Desak Solusi dari Pemerintah

11 Nov 2024

Mengenang Gunungkidul saat Masih Menjadi Dasar Lautan

11 Nov 2024

Segera Sah, Remaja Australia Kurang dari 16 Tahun Dilarang Punya Media Sosial

11 Nov 2024

Berkunjung ke Museum Jenang Gusjigang Kudus, Mengamati Al-Qur'an Mini

11 Nov 2024

Tsubasa Asli di Dunia Nyata: Musashi Mizushima

11 Nov 2024

Menimbang Keputusan Melepaskan Karier Demi Keluarga

11 Nov 2024