BerandaHits
Selasa, 8 Des 2025 18:45

Awas Smartphone Pinky! Kelingking Cekung Akibat Genggam Ponsel Kelamaan

Penampakan smartphone pinky, lekukan atau cekungan pada jari kelingking. (Dailymail)

Meskipun smartphone pinky bukan diagnosis medis resmi, kondisi ini adalah sinyal tekanan berulang pada jari yang dapat memicu gejala serius seperti nyeri, kesemutan, hingga risiko Trigger Finger dan kompresi saraf jika kebiasaan nggak segera diubah.

Inibaru.id – Siapa di sini yang suka menggenggam ponsel super besar pakai satu tangan, dengan tumpuan utama di jari kelingking? Hati-hati! Kebiasaan ini ternyata memicu fenomena baru yang disebut “Smartphone Pinky”.

Fenomena ini bukan sekadar pegal biasa, melainkan lekukan atau cekungan nyata pada jari kelingking yang terjadi karena dipaksa menopang beban ponsel selama berjam-jam.

Meskipun belum menjadi diagnosis medis resmi, para dokter spesialis tangan di seluruh dunia melaporkan kasus ini semakin marak, terutama pada generasi Milenial dan Gen Z yang menghabiskan waktu intens di layar gawai.

Apa Itu Smartphone Pinky?

Menurut Samuel T. Dona, Jr., MD, dokter spesialis rehabilitasi medik dari University of Maryland Medical Center, smartphone pinky adalah istilah informal untuk menyebut lekukan yang muncul di jari kelingking akibat sering menopang ponsel dengan satu tangan.

“Fenomena ini paling terlihat pada pengguna ponsel berukuran besar yang menjadikan kelingking sebagai ‘rak penyangga’,” ujar Dona.

Meski sekilas hanya berupa cekungan, perubahan postur ini memicu ketegangan dan bisa berpotensi berkembang menjadi masalah serius jika kebiasaan buruk tidak diubah. Gejala awalnya bukan hanya lekukan, lo, tapi bisa berupa:

  1. Nyeri dan kaku pada pangkal kelingking.
  2. Kesemutan atau rasa tebal.
  3. Berkurangnya kekuatan genggaman.
  4. Bahkan muncul sensasi bunyi "klik" saat jari ditekuk atau diluruskan.

Kenapa Kelingking Nggak Kuat?

Memakai kedua tangan untuk mengoperasikan smartphone bisa mencegah smatphone pinky. (Unsplash)

Daniel J. Gittings, MD, dokter Spesialis Bedah Ortopedi, menjelaskan bahwa jari kelingking sangat berperan penting dalam kekuatan genggaman tangan, bahkan menyumbang hingga sepertiga dari total kekuatan.

Ketika kelingking dipaksa menopang ponsel terus-menerus, tekanan berulang di satu titik dapat mengiritasi jaringan, sendi, dan saraf.

“Tangan manusia pada dasarnya tidak didesain untuk memegang objek pipih dan berat dalam posisi statis terlalu lama. Menopang ponsel dengan kelingking memberikan beban konsisten pada satu titik yang akhirnya bisa mengubah bentuk atau memicu keluhan,” tambah David Shokrian, MD, dokter bedah plastik.

Ancaman Saraf Kejepit dan Trigger Finger

Meskipun cekungan kecil ini umumnya nggak berbahaya, Bishoy Saad, DO, Dokter spesialis orthopedi dan spesialis tangan, mengingatkan bahwa smartphone pinky adalah sinyal awal dari penggunaan gawai yang berlebihan.

Tekanan berkelanjutan dapat mengiritasi saraf dan tendon. Jika kebiasaan ini nggak berubah, kamu berisiko mengalami masalah serius, seperti:

  1. Trigger Finger: Kondisi jari sulit diluruskan karena terasa tersangkut atau macet.
  2. Cubital Tunnel Syndrome: Saraf ulnar di sisi dalam siku tertekan atau terjepit, yang bisa menyebabkan mati rasa atau kelemahan.
  3. Kompresi Saraf Ulnaris dan Peradangan Tendon.

Sebuah studi pada tahun 2024 bahkan menyebutkan bahwa 60 persen pengguna ponsel intens melaporkan keluhan nyeri pada tangan dan kelingking mereka.

Cara Gampang Mencegah Smartphone Pinky

Para ahli menekankan, pencegahan itu mudah! Jangan sampai lekukan di kelingkingmu menjadi permanen atau memicu cedera saraf.

  1. Gunakan Dua Tangan: Jangan hanya mengandalkan kelingking sebagai 'rak penyangga'.
  2. Batasi Durasi dan Peregangan: Turunkan ponsel saat tidak digunakan, dan lakukan peregangan jari secara berkala.
  3. Manfaatkan Aksesori: Gunakan PopSocket atau phone stand agar posisi tangan lebih netral.
  4. Fitur Suara: Kurangi mengetik repetitif dengan memanfaatkan fitur suara atau pintasan.

Saad mengingatkan, “Lekukan kecil pada jari mungkin terlihat sepele, tetapi itu adalah bahasa tubuh yang memberi tahu bahwa kamu memberi tekanan berlebih.”

Jika jari terasa kaku, cekungan nggak membaik, atau muncul kesemutan dan kelemahan, segera ubah pola penggunaan ponsel dan berkonsultasi dengan dokter. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: