BerandaHits
Senin, 29 Jan 2023 18:29

Asal Muasal Sebutan 'Bule' dan Cerita Taruhan $100 Ben Anderson

Orang Indonesia biasa memanggil orang kulit putih dengan sebutan bule. (Antarafoto/Noveradika via CNN)

Penasaran nggak sejak kapan sebutan 'bule' ini digunakan?

Inibaru.id – Rasanya sudah umum jika masyarakat Indonesia menyebut “bule” untuk orang dari mancanegara. Tapi sejak kapan istilah ini muncul?

Ternyata kata bule ini berasal dari kata bulai. Panggilan ini ditujukan untuk warga negara asing (WNA) yang berkulit putih, berambut pirang, dan hidungnya mancung. Lama-lama pelafalan bulai berubah menjadi ‘bule’.

O ya, kamu bisa menemukan istilah bule dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lo. Istilah bule merupakan bahasa cakap dari bulai. Menurut KBBI, bulai berarti 'putih seluruh tubuh; memiliki rambut cerah karena kekurangan pigmen'.

Nah, dulu istilah bulai digunakan untuk menyebut orang asing berkulit putih khususnya dari Amerika dan Eropa.

Kata ini telah mengalami perluasan makna. Dulu istilah bule dipakai untuk menyebut orang asing, khususnya yang berasal dari Amerika dan Eropa. Namun sekarang, dari mana pun asal orang asing tersebut berasal bakal disebut bule. Nggak pandang warna kulit, bentuk hidung, warna rambut, semua orang asing ya disebut bule.

Namun, bisa saja disematkan pada makhluk hidup lain contohnya kebo bule di Keraton Surakarta.

Istilah Bule Belum Dipakai Saat Penjajahan Belanda?

Istilah bule belum dikenal untuk menyebut orang barat. (ISt via Harapan Rakyat)

Kumparan (22/7/2022) menulis bahwa istilah bule ini belum digunakan ketika masa penjajahan. Sebutan untuk orang-orang Belanda adalah londo atau kompeni.

Menariknya, Tirto (23/11/2021) pernah menulis bahwa Ben Anderson mengklaim bahwa dialah yang memopulerkan istilah bule itu pada 1962 atau 1963. Konon, dia sangat terganggu dengan panggilan tuan yang selalu didengar dari orang-orang lokal.

Dia mendengar orang-orang Indonesia menyebut hewan-hewan albino dengan sebutan bulai atau bule. Karena merasa ada kecocokan dengan kondisi kulitnya yang putih pucat, dia lantas meminta mereka memanggilnya “bule” alih-alih tuan.

Cerita Taruhan $100 Ben Anderson

Ada informasi menarik lo seputar asal-usul sebutan bule ini. Ben Anderson sempat menasehati kawan penelitinya yang datang dari Australia. Jadi, si Kawan ini sempat risih ketika orang-orang menyebutnya bule.

Tapi, Ben justru berkata bahwa panggilan itu lebih baik ketimbang tuan. “Jadi saya minta dia berkaca dan melihat kulitnya sendiri, dan tanyakan apa benar dia ingin dipanggil Tuan. Saya juga memberi tahunya bahwa sayalah yang mempopulerkan makna baru istilah itu pada 1962 atau 1963,” aku Ben Anderson.

Dia lantas menantang temannya untuk membuktikannya. Ben berkata bahwa temannya itu nggak bakal menemukan kata bulai sebelum 1962. Untuk itu, dia bertaruh $100.

Sayangnya, klaim Ben Anderson ini dipatahkan seorang Indonesianis generasi baru bernama Tom Pepinsky pada 2016 silam. Dia menemukan kata bule yang digunakan pada 1952.

Pepinsky memperlihatkan kutipan dari buku berjudul Taman Siswa: Ialah Kepertjajaan kepada Kekuatan Sendiri untuk Tumbu. Buku itu diterbitkan pada 1952 oleh Balai Buku Indonesia. Kata bule itu ditemukan pada halaman 17. Adapun kutipannya sebagai berikut:

“Bagi rakjat biasa didjalan, jang diantaranja ada beberapa orang pemuda, melihat sadja ‘wong bule’ (orang putih) dengan heran mengedjek, revolusi itu tampak telah lewat sebagai angin sepoi-sepoi basa jang masih sedikit mengubah hidup ekonomis-sosial mereka.”

Jadi, jelas banget ya kalau istilah bule ini sudah ada sebelum Ben menginjakkan kaki di Indonesia. Meski berhasil memecahkan tantangan, $100 yang dijanjikan Ben hangus karena dia meninggal pada 2015 silam. (Siti Zumrokhatun/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: