BerandaAdventurial
Selasa, 17 Jul 2023 14:01

Meneguk Kesegaran Air Tiga Rasa; Sumberan Peninggalan Syekh Sadzali Rejenu

Air Tiga Rasa berada di Rejenu, Desa Japan Kecamatan Dawe Kudus. (Inibaru.id/ Hasyim Asnawi)

Syekh Sadzali Rejenu meninggalkan mata air yang sampai kini belum pernah mengering atau habis. Lokasinya nggak terlalu jauh dari makam. Itulah Mata Air Tiga Rasa di Desa Japan, Kecamatan Dawe Kudus.

Inibaru.id - Kesegaran dan keunikan rasa dari mata air tiga rasa yang ada di Rejenu, Desa Japan Kecamatan Dawe Kudus memang sudah dikenal oleh masyarakat Kudus dan sekitarnya. Lama tak ke sana, beberapa waktu lalu saya memutuskan mengunjungi tempat yang sejuk dan teduh itu untuk meneguk air yang konon memiliki banyak khasiat tersebut.

Mata air tiga rasa masih berada di satu kompleks dengan Makam Syekh Sadzali Rejenu. Usai berziarah ke ulama penyebar Agama Islam asal Timur Tengah itu, saya menuju lokasi mata air tiga rasa.

Dari gapura makam, air tiga rasa berjarak sekitar kurang lebih 10 meter. Beberapa tahun terakhir, area mata air itu direnovasi dan dibangunkan semacam gubuk bertuliskan "Air Tiga Rasa" untuk memudahkan peziarah menemukan lokasinya. Di sana juga ada petunjuk arah menuju puncak Argopiloso karena letak mata air itu masih dalam area Hutan Argopiloso.

Sebelah Sendang Tiga Rasa terdapat penunjuk arah menuju puncak Argopiloso. (Inibaru.id/ Hasyim Asnawi).

Tiga Mata Air, Tiga Rasa

Kamu yang pernah ke sana pasti tahu bahwa ketiga mata air tersebut terletak berdekatan. Istimewanya, rasa air dari masing-masing mata air di situ cenderung berbeda.

Sebagian orang, termasuk saya merasakan soda pada mata air pertama. Mata air kedua terasa agak asam, sementara mata air ketiga rasanya sedikit manis dan ringan rasa sodanya. Ketiganya sama-sama memberikan kesegaran bagi yang meneguknya.

Tapi, setiap orang yang mencicipi air tiga rasa bisa jadi memiliki pengalaman rasa yang nggak sama. Peziarah asal Demak, Anshori misalnya. Pengunjung yang saya temui kala itu menilai perbedaan rasa tiap mata air ini hanya sedikit, tipis-tipis katanya.

"Kalau menurut saya, semacam ada grade rasa gitu. Ada hard, medium dan soft dari rasa yang seperti soda itu. Paling berasa banget ya di mata air pertama tadi," kata Anshori.

Pengunjung sedang mencicipi air dari salah satu sumber yang ada di kawasan Sendang Tiga Rasa. (Inibaru.id/ Hasyim Asnawi)

Nah, percaya atau nggak, meski rasa air dari sendang tiga rasa ini unik, kamu hanya bisa membuktikannya saat di lokasi ya, Millens. Seandainya air tersebut kamu bawa pulang atau kamu campur satu sama lain, maka akan menjadi tawar.

FYI, mata air tiga rasa ini adalah bukti peninggalan dari Syekh Sadzali Rejenu. Konon, dulu sumberan ini adalah tempat wudhu beliau dan santri-santrinya. Selama ratusan tahun, air tiga rasa tidak pernah surut atau kering. Saat musim kemarau panjang, volume airnya saja yang berkurang.

Dipercaya Berkhasiat

Lokasi sendang air tiga rasa di kompleks makam Syech Sadzali Rejenu Japan Kudus. (Inibaru.id/ Hasyim Asnawi)

Memiliki rasa yang berbeda-beda merupakan keajaiban sekaligus magnet dari sumber mata air di Rejenu itu. Penjaga makam, Sarono menjelaskan perbedaan rasa dari ketiga mata air itu bergantung pada niat setiap peziarah.

Sarono bercerita, dulu pernah terjadi, salah seorang peziarah makam Mbah Syadzali meminta agar air tiga rasa berubah menjadi manis.

"Seketika ketiga sumberan tersebut rasanya jadi manis semua. Tergantung dari keyakinan masing-masing," ungkap Sarono.

Meski begitu, Sarono tak menampik, banyak peziarah yang menyambangi air tiga rasa dengan niat dan tujuan yang berbeda, mulai dari sarana untuk mengobati penyakit (Ma' Ad-dawa'), meminta dimudahkan dalam urusan dunia (Ma' Ad-dun Ya) hingga memohon dilancarkan dalam mencari ilmu (Ma' Al-ilmi).

"Tetapi, harus dengan syarat yakin dan memohon doa tetap kepada Allah SWT," tegas Sarono.

Puas minum satu per satu air dari sendang tiga rasa dan rasa gerah telah hilang, saya akhirnya pulang. Kelak jika merasa ingin berteduh dan meneguk kesegaran langsung dari alam, saya akan ke sumber air tiga rasa Rejenu lagi. (Hasyim Asnawi/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: