BerandaTradisinesia
Kamis, 12 Jun 2019 14:58

Ratusan Kapal Ikut Serta Dalam Memeriahkan Tradisi Pesta Lomban Jepara

Ratusan kapal mengiringi larungan pesta lomban. (Inibaru.id/ Isyah Maharas)

Demi memeriahkan acara, Pemerintah Kabupaten Jepara mengucurkan Rp 12 juta untuk memberikan solar dan menghias kapal-kapal pengiring untuk Pesta Lomban.

Inibaru.id – Pagi ini begitu cerah, bahkan awan lembut pun ikut menyambut Pesta Lomban di Jepara. Acara ini rutin diadakan setiap tanggal 7 bulan Syawal. Saking menariknya, pesta rakyat ini nggak pernah sepi pengunjung. Bahkan sehari sebelumnya diberitakan bahwa bakal ada 15 ribu wisatawan berkunjung ke Jepara. Angka yang nggak sedikit ya, Millens.

Pukul 05.30 saya sudah keluar dari rumah untuk segera menuju lokasi Pesta Lomban. Dengan perjalanan sekitar 30 menit saya sampai di lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Saya pikir waktu sepagi ini masih sepi, ternyata saya salah. Ratusan orang sudah mulai berdatangan menuju kapal-kapal pengikut.

Angin semilir dan matahari yang bersahabat membuat saya tambah yakin acara ini bakal sukses. Benar sekali, masyarakat berbondong-bondong memadati TPI. Naipah, warga Ngemplak salah satunya. Dia sudah berdandan rapi untuk ikut dalam acara sedekah laut atau Pesta Lomban. "Ada yang kurang jika melewatkan acara ini, walau cuma menonton," katanya.

Pengunjung tampak memadati lokasi menanti prosesi pelarungan. (Inibaru.id/ Isyah Maharas)

Pukul 07.00 panitia sudah mulai memberikan aba-aba pada para nelayan yang ikut mengiring agar segera menghidupkan mesin kapal dan nggak membawa penumpang dengan melebihi batas. Seenggaknya ada lebih dari 2 ribu orang yang ikut berlayar. Mulai dari anak-anak hingga dewasa naik ratusan kapal yang disediakan.

Kapal-kapal pengiring itu nggak cuma mengikuti kapal inti, Millens. Mereka saling mengejar agar bisa sedekat mungkin dengan kapal inti yang membawa kepala kerbau. Nanti orang-orang bakal terjun ke laut mengambil sesaji yang dilarung. Nggak hanya itu, mereka juga akan memandikan kapal dengan air laut di sekitar kepala kerbau ditenggelamkan. Konon, air tersebut bisa mendatangkan berkah.

Pukul 08.00 kapal inti mulai berjalan dan kapal nelayan lain mengikuti. Dengan jarak sekitar 20 mil dari bibir pelabuhan di TPI ratusan kapal menuju lokasi pelarungan. Kepala kerbau mulai dilarungkan setelah melewati Pulau Panjang. Nggak lama setelah itu kapal kembali ke bibir pantai.

Eits, acara belum berakhir ternyata. Masih ada Festival Kupat Lepet dan panjat pinang di laut lo. Hm, benar-benar seru dan nggak terlupakan. Tenang saja, masih ada kesempatan nonton tahun depan kok. (Isyah M/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: