BerandaTradisinesia
Minggu, 7 Sep 2024 15:28

Hari Pertama Bisik Serayu Festival 2024, Meriah Penuh Tarian

Penampilan para penari pada Bisik Serayu Festival 2024. (Humas Pemkab Banyumas)

Bisik Serayu Festival 2024 yang digelar pada 6-8 September ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni tari, musik, dan performance art dari seniman lokal, nasional, hingga internasional. Acara ini nggak hanya merayakan budaya, tetapi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga ekologi Sungai Serayu.

Inibaru.id - Bisik Serayu Festival 2024 resmi dibuka oleh Pj Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro, setelah acara sedekah Serayu berupa penaburan benih ikan, pelepasan anak-anak bebek, dan penanaman pohon di pinggiran Sungai Serayu.

Yap, festival bertema “Budaya di Sudut Serayu” ini berlangsung pada 6-8 September 2024, menampilkan beragam ekspresi seni yang menggabungkan manusia, alam, dan spiritualitas.

Hari pertama festival yang diinisiasi oleh Rianto Dance Studio dan Teras Serayu ini menampilkan berbagai pertunjukan seperti tari, musik, performance art, dan fashion show, yang memikat penonton hingga akhir acara. Diskusi budaya bertajuk “Kebudayaan di Pojok Serayu” juga digelar, dipandu oleh Andy F. Noya.

Pj Bupati Banyumas mengapresiasi festival ini sebagai upaya melestarikan budaya dan lingkungan. Dia juga berharap tari lengger dapat diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

“Festival Bisik Serayu ini bukan hanya menguri-uri budaya, tetapi juga nguri-uri persoalan lingkungan,” ujar Hanung yang turut berharap agar lengger menjadi warisan budaya dunia, yang diakui oleh UNESCO.

Penyelenggara berharap masyarakat bisa tergugah untuk melestarikan budaya dan lingkungan Banyumas. (Humas Pemkab Banyumas)

Rianto, inisiator festival sekaligus maestro lengger Banyumas, menekankan pentingnya kesadaran publik dalam menjaga ekologi Sungai Serayu.

“Penting sekali mengajak masyarakat bersama-sama memberi perhatian dan penggalian kembali mengenai pengaruh Sungai Serayu terhadap pendidikan dan perkembangan kebudayaan yang ada dan terus berkembang di seputar dan sepanjang aliran sungai dari Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga Cilacap,” ujar Rianto.

Penari-penari dari berbagai negara turut ambil bagian dalam festival ini, termasuk koreografer Elly D. Luthan, Kang Lawe, dan Alfira O’Sullivan, serta penari butoh Jepang Mutsumi, Neiro, dan Minoru Hidoshima.

“Kami mencoba mengekspresikan perihal semesta lewat gerak tubuh,” ujar Neiro usai tampil, yang tampaknya sengaja tidak secara gambang menjelaskan makna dan pesan dari penampilannya bersama Mutsumi.

Neiro mengakui bahwa dia dan para penari butoh lainnya melakukan lawatan tarian teatrikal, yang puitik yang lahir di Jepang tahun 1950-an ini, dari Yogyakarta, Banyumas, dan Sumatera Barat.

“Gerakan (tarian butoh Neiro dan Mustsumi) ini seperti puisi,” kata Neiro sekaligus mengungkapkan rasa bahagianya dapat tampil malam itu di Bisik Serayu Festival 2024.

Penampilan pamungkas oleh Ari Rudenko dari Amerika dan tujuh penari Indonesia lainnya mengakhiri malam pertama dengan koreografi penuh energi.

Rianto mengajak masyarakat untuk turut meramaikan festival yang berlangsung di Desa Kaliori, Banyumas, hingga Sabtu 7 September 2024, dengan sesi diskusi dan pertunjukan tari tradisional serta kontemporer.

“Sabtu, 7 September 2024, Bisik Serayu Festival akan diawali dengan sesi diskusi dengan tema ‘Ngudarasa Budaya dan Ekosistem Sungai Serayu,’ kemudian dilanjutkan dengan penampilan tarian, baik tradisional maupun kontemporer, oleh penari-penari lokal dan mancanegara,” kata Rianto.

Wah, sepertinya seru banget ya. Kamu sempat nonton penampilan para penari hebat ini nggak, Millens? (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: