BerandaPasar Kreatif
Kamis, 28 Agu 2019 19:25

Kerajinan Tenun Oglek Khas Yogyakarta dari Dusun Gamplong

Semakin sedikit anak muda Dusun Gamplong yang tertarik menjadi penenun. (Kompas.com)

Tenun Oglek merupakan salah satu kerajinan yang mesti kamu beli jika berkunjung ke Desa Wisata Gemplong, DI Yogyakarta. Kain tenun ini merupakan salah satu jenis termahal lantaran dibuat dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Selain itu, apa lagi keunikan tenun ini?

Inibaru.id – Kain tenun yang indah bakal membuat penampilan seseorang jadi makin menarik. Nah, kalau kamu sedang mencari kain semacam itu, Desa Wisata Gemplong punya beragam kain yang bisa jadi pilihanmu.

Berlokasi di Jalan Raya Wates, Dusun Gemplong, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, desa wisata ini menjual kain tenun dengan harga yang nggak bikin kantong bolong, lo.

Menenun. (omahtenunku.blogspot)

O ya, untuk jenis tenunnya, Dusun Gamplong memproduksi kain tenun oglek. Lidi dan benang digunakan para pengrajin saat menenun kain dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Dalam sehari, seorang pengrajin bisa menghasilkan sepuluh meter kain. Kain sepanjang ini nggak bisa dicapai jika menggunakan akar wangi sebagai bahan. Stok akar wangi nggak banyak sehingga dalam sehari seorang pengrajin hanya bisa menghasilkan satu meter. Maka, jangan heran jika harga kain dengan bahan ini dijual mahal.

https://gudeg.net/cni-content/uploads/modules/gallery_direktori/20170221034434.jpeg

Tas produksi Dusun gomplang nggak kalah keren kan? (Gudeg)

Selain kain tenun, kamu bisa pula membeli kerajinan anyaman. Kerajinan ini terbuat dari eceng gondok, lidi kelapa, mendong, serta akar wangi.

Harga kerajinan tenun dan anyaman tersebut cukup bervariasi, Millens. Di sana, kamu bisa mendapatkannya dengan harga mulai Rp 50.000-700.000.

Kalau pengin mengetahui seindah apa kain tenun dan kerajinan warga Dusun Gamplong, datang saja ke galerinya. Kalau ada yang bikin kamu tertarik, jangan ragu untuk membelinya ya!

Kerajinan tenun di Dusun Gamplong. (Brilio)

Melihat keindahannya, rasanya sayang jika nggak ada yang meneruskan upaya melestarikan kerajinan-kerajinan ini. Sayang, para penenun oglek rata-rata sudah berusia lanjut, sementara anak mudanya nggak berminat bekerja sebagai penenun.

Dengan menjadi desa wisata, semoga keberadaan tenun oglek di Dusun Gamplong nggak punah dan makin banyak yang berminat melestarikannya ya! (IB15/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: