BerandaIndie Mania
Sabtu, 7 Sep 2018 10:15

Isu Perdamaian Dunia Menggema pada Pembukaan SIPA 2018

Pembukaan SIPA 2018. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

SIPA 2018, pesta bagi para seniman di seluruh dunia telah dibuka dengan megah. Seperti apa kemegahannya?

nibaru.id – Semarak dan meriah, itulah dua kata yang menggambarkan pembukaan Solo International Performing Arts (SIPA) 2018 pada Kamis (6/9) malam. Bertempat di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah, pembukaan ditandai dengan pemukulan kenong, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pemukulan kenong dilakukan oleh perwakilan dari Walikota Solo, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Ketua Panitia SIPA 2018 Irawati Kusumorasri.

Pembukaan SIPA 2018. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Seusai itu, acara dilanjukan dengan penyulutan kembang api yang dilakukan bersama ratusan penonton yang hadir. Lampu-lampu di sekitar venue dimatikan sehingga benteng hanya diterangi nyala kembang api. Nggak mau melewatkan momen berharga ini, para penonton juga ikut mengabadikan momen dengan kamera telepon genggamnya.

Malam itu benteng menyala dalam gulita seperti gelora berkarya yang selalu dikobarkan SIPA. Yap,  menginjak satu dekade penyelenggaraan, panitia SIPA pengin menunjukan konsistensinya sebagai salah satu wadah berkesenian tingkat dunia.

Mengangkat tema tentang perdamaian dunia, yaitu We are the World We are the Nations, tak kurang dari 10 negara turut ambil bagian pada ajang unjuk karya tersebut.

Pembukaan SIPA 2018. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, SIPA 2018 adalah wujud nyata yang memperlihatkan seberapa besar minat seni di Indonesia. Menurutnya, SIPA juga merupakan momen yang sangat strategis untuk mempertemukan para pelaku kreatif yang bisa menunjang pertumbuhan ekonomi.

“Tidak hanya mengapresiasi karya seni, SIPA juga mendorong seni pertunjukan agar terus berkembang dalam berkreasi yang diharapkan mampu menyejahterakan pekerjaan para seniman,” pungkasnya.

Gimana, Millens? Menyenangkan, deh, pokoknya bisa datang ke hajat besar para seniman yang tumplek blek di Kota Solo ini. Datang, kuy! (Verawati Meidiana/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: