BerandaIndie Mania
Rabu, 15 Okt 2019 17:53

Mouly Surya Ditunjuk Garap Film Pendek untuk Singapore International Film Festival 2019

Mouly Surya ditunjuk jadi sutradara film pendek untuk Singapore International Film Festival. (Indonesiatatler)

Mouly Surya ditunjuk menjadi salah seorang sutradara film pendek untuk ajang Singapore International Film Festival. Dia bakal berkolaborasi dengan dua sutradara dari Asia lainnya.

Inibaru.id – Sineas Indonesia Mouly Surya ditunjuk menjadi salah seorang sutradara yang menggarap film pendek untuk Singapore International Film Festival (SGIFF). Mouly bakal berkolaborasi dengan dua sutradara dari Asia lainnya yakni Yeo Siew Hua dan Anucha Boonyawatana.

Proyek penggarapan film seperti ini sebenarnya sudah dilakukan pada festival film lainnya seperti di Tokyo dan Jeonju. Namun, di SGIFF hal ini baru kali pertama dilakukan.

“Seri komisi ini merupakan isyarat dari festival untuk memungkinkan para pembuat film untuk bereksperimen dan menumbuhkan adegan regional. Ini sebuah jalan untuk memperkenalkan tekstur kehidupan di Asia Tenggara kepada khalayak yang lebih luas,” ujar Direktur Eksekutif SGIFF Yuni Hadi.

Ketiga sineas Asia ini bakal memproduksi tiga film pendek yang berbeda tapi dengan tema yang sama yakni “Perayaan”.

Sutradara Yeo dari Singapura yang menang di Festival Film Locarno 2018 lewat A Land Imagined bakal menyajikan film berjudul Incantation. Film ini menyuguhkan cerita tentang ritual nenek moyang yang dibangkitkan selama Hungry Ghost Festival. Boonyawatana membuat film berjudul Not A Time to Celebrate yang mengisahkan suka duka dalam proses pembuatan film.

Sementara itu, Mouly menghadirkan film berjudul Something Old, New, Borrowed, and Blue. Film itu berkisah tentang isu gender dalam kehidupan masyarakat saat ini. Isu tersebut dihadirkan melalui adegan antara ibu dan pengantin perempuan dalam prosesi pernikahan tradisional. Hm, tampak menarik ya, Millens.

SGIFF ke-30 ini dijadwalkan berlangsung dari 21 November hingga 1 Desember mendatang. Wah, ikut bangga ya sineas Indonesia mampu menunjukkan taringnya di mata dunia. (IB24/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: