BerandaHits
Rabu, 4 Sep 2018 15:11

Relawan, Bagian Penting di Balik Kesuksesan Asian Games 2018

Volunteer Asian Games 2018. (IDN Times)

Asian Games 2018 sukses besar. Apresiasi nggak cuma disematkan kepada para atlet, tapi juga pihak penyelenggara yang didukung para "relawan". Melalui seleksi ketat, para relawan bahu-membahu menyukseskan perhelatan yang diselenggarakan di Jakarta-Palembang itu. Gimana cerita mereka?

Inibaru.id – Menjadi volunteer di Asian Games bukan pekerjaan yang mudah. Meski ada banyak keuntungan dan keseruan, tangung jawab besar mereka emban. Nggak jarang, mereka juga harus bisa mengatasi berbagai masalah yang ada di lapangan.

Gneissa Aulia, salah seorang relawan yang bertugas mengurusi transportasi di bandara, mengatakan, dia harus terjaga hingga malam jika mendapat shift malam. Baginya, salah satu momen paling menguras tenaga adalah dua hari menjelang opening ceremony Asian Games 2018. Dia menuturkan, kala itu atlet dan tamu datang bersamaan.

“Nggak bisa istirahat sama sekali. Aku sampai pusing lihat semua orang ngumpul dihadapanku. Harus siap dimarahi juga kalau transportasi telat datang,” kenang perempuan yang akrab disapa Asa tersebut kepada Inibaru.id.

Volunteer Asian Games 2018. (Goodnews From Indonesia)

Peristiwa menarik juga dialami Rheiza Dayagra Herlis. Dia mengaku sempat dibuat panik karena harus mencari jasa sablon mendadak mala-malam.

“Waktu itu ada celana buat match atlet yang belum ada nomor punggungnya. Nah, manajernya baru memintaku usai makan malam sekitar pukul 21.00. Beruntung, sekitar stadion ada pemukiman warga dan di sana ada tempat sablon jersey. Sekitar pukul 23.00 akhirnya celana selesai dan langsung kuantar ke hotel,” kenangnya. 

Nggak Kenal Waktu

Ikhsan, volunteer asal Semarang, juga memiliki pengalaman unik berkaitan dengan Asian Games. Jadwal kerjanya yang nggak mengenal shift mengharuskannya bekerja lebih lama dibanding volunteer lain pada perhelatan tersebut.

Ikhsan bertugas sebagai National Olympic Committee (NOC) Assistant yang fungsinya membantu para atlet untuk berkomunikasi dengan panitia dan membantu beberapa kebutuhan mereka.

“Di lapangan aku harus siap provide berbagai kebutuhan teknis atlet, seperti saat check in, memesan transport ke venue latihan atau kompetisi, memesan catering, jadwal pertandingan, technical meeting, pertandingan, dan lain-lain,” jelasnya.

Menjadi seorang "asisten", Ikhsan pun harus mengikuti kebutuhan para atlet.

"Saya pernah bekerja sampai tengah malam, padahal secara teknis jam kerja hanya sampai pukul 17.00," kata dia.

Hal senada juga dialami Damedo Winsantana. Volunteer asal Tangerang yang juga bertugas sebagai NOC assistant ini mengaku cukup kelelahan lantaran sempat bekerja hingga hampir 24 jam sehari karena aktivitas para atlet yang tergolong padat.

“Pernah atlet ada match sekitar pukul 07.00 di Stadion Patriot Candrabaga Bekasi. Aku berangkat pukul 05.00, baru bisa pulang tengah malam," ujarnya.

Volunteer Asian Games 2018. (Metrobali.com)

Namun, di balik semua keletihan itu, para relawan itu mengaku senang karena bisa berpartisipasi di ajang olahraga bergengsi tersebut. Kelelahan dan kesulitan yang dialami nggak jadi perkara besar karena mereka mendapat banyak pengalaman.

“Manfaatnya banyak banget, karena dapat banyak pengalaman baru, nambah koneksi hingga ke luar negeri,” tutur Damedo.

Wah, kita sepatutnya berterima kasih pada para relawan ini, ya, Millens. Tanpa mereka, mungkin perhelatan olahraga yang mengantarkan tim Indonesia menempati posisi empat besar itu nggak bakal sesukses ini. Ya, kami bangga! (Verawati Meidiana/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Ternyata Bumi Kita Nggak Seburuk Itu, Simak Kabar Baik Pemulihan Alam Belakangan Ini!

21 Jan 2026

Kata Pakar Soal Makanan yang Bisa Bertahan Lebih dari 12 Jam

22 Jan 2026

Apakah Indonesia Sudah Memasuki Puncak Musim Hujan?

22 Jan 2026

Tradisi Unik jelang Ramadan; Nyadran 'Gulai Kambing' di Ngijo Semarang

22 Jan 2026

Bukan Cuma Rokok, Tekanan Finansial Juga Jadi Ancaman Serius buat Jantung

22 Jan 2026

Pantura 'Remuk' Pasca-Banjir, Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerugian dan Siapkan Strategi Baru

22 Jan 2026

Menurut PBB, Dunia Sudah Memasuki Fase Kebangkrutan Air Global!

23 Jan 2026

Waktu-waktu Terburuk untuk Liburan ke Jepang pada 2026

23 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: