BerandaHits
Rabu, 31 Agu 2021 10:45

Sejarah Sarung, Asli Indonesia atau Dibawa dari Negara Lain?

Benarkah sarung asli Indonesia? atau pakaian ini justru berasal dari negara lain? (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Banyak orang yang mengira sarung asli Indonesia, apalagi sarung sering dipakai layaknya pakaian tradisional dan bisa dipakai di acara resmi. Nah, biar tahu, yuk simak sejarah sarung berikut ini.

Inibaru.id – Kalau ngomong soal sarung, yang terpikir tentu adalah kain yang mirip dengan rok panjang dipakai laki-laki muslim Indonesia. Selain untuk beribadah, nggak sedikit pula orang yang menjadikan sarung laiknya daster untuk perempuan, yakni sebagai kostum harian ternyaman yang dipakai saat santai.

Di Indonesia, sarung terbagi menjadi dua, yakni yang dijual per kodi dan versi premium yang harganya selangit. Sarung kodian biasanya dipakai sehari-hari dengan harga murah. Sementara, sarung premium, karena ditenun tangan atau berhias batik tulis, dipakai untuk acara resmi.

Saking melekatnya sarung pada kehidupan masyarakat Indonesia, kain yang dipakai untuk menutupi bagian bawah tubuh laki-laki itu bahkan dianggap menjadi buah tangan untuk orang dari mancanegara. Namun, apakah benar kain yang juga dikenal luas di Malaysia tersebut berasal dari negeri ini?

Memang, sarung diyakini punya sejarah panjang di Indonesia. Namun, bukan berarti kain berbentuk tabung ini berasal dari Tanah Air. Menurut sejarah, negara yang kali pertama memperkenalkan sarung adalah Yaman. Hingga kini, salah satu negara Jazirah Arab ini bahkan masih menganggapnya sebagai pakaian tradisional dan suvenir khas mereka.

Sarung yang disebut futah di Yaman kemudian menyebar ke Timur Tengah, lalu berkembang sesuai dengan budaya masing-masing negara di sana, tentu saja dengan nama yang berbeda. Sarung dikenal sebagai wizaar di Oman. Sementara, orang Arab Saudi menyebutnya izaar.

Menjadi pakaian "resmi" untuk beribadah di Indonesia, sarung justru dianggap sebagai pakaian supersantai oleh sebagian masyarakat di Jazirah Arab. Bahkan, orang Mesir bersarung untuk tidur. Ini tentu sangat berbeda dengan kita yang mengenakan sarung sebagai pakaian resmi yang sopan.

Kapan Sarung Masuk ke Indonesia?

Sarung jadi pakaian tradisional yang dipakai masyarakat. (Flickr/ Rokok Indonesia)

Konon, sarung mulai dipakai masyarakat Nusantara sejak abad ke-14. Banyak pedagang dari Arab dan Gujarat yang membawanya di kawasan pesisir utara Pulau Jawa dan Madura. Sejak saat itulah masyarakat Nusantara tertarik untuk memakainya.

Seiring dengan berjalannya waktu, sarung semakin menyebar ke berbagai penjuru Nusantara beriringan dengan menyebarnya agama Islam. Sarung biasanya menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir di berbagai wilayah.

Berbeda dengan wilayah pesisir, sebuah penelitian menyebutkan bahwa sarung baru dikenal oleh masyarakat pedalaman pada abad ke-19. Mirip dengan persebaran sarung Timur Tengah, sarung di Nusantara juga mengalami akulturasi budaya, menyesuaikan dengan masing-masing daerah.

Bentuk sarung nggak banyak berubah di Indonesia, berupa sepotong kain lebar yang pemakaiannya dibebatkan menutupi bagian bawah tubuh hingga sebatas pinggang. Namun, motif dan bahan kainlah yang berbeda.

Masyarakat Jawa umumnya masih mempertahankan sarung bermotif kotak-kotak sebagaimana awal didatangkan ke Indonesia. Ini membedakan sarung dengan kain jarik yang bermotif batik. Namun, dalam perkembangannya, sarung pun kini banyak yang bermotif batik, bahkan berbahan sama dengan jarik.

Oya, Pada masa kolonialisme di Indonesia, sarung sempat menjadi simbol perjuangan para santri terhadap penjajah Belanda. Konon, sarunglah yang menyatukan para santri dari pelbagai wilayah di Nusantara untuk melawan penjajahan. Hm, keren ya!

Hingga kini, sarung masih merupakan identitas di pesantren, menjadi semacam "baju takwa" yang biasanya dikenakan bersanding dengan baju koko (baju muslim) dan peci.

Namun, kendati menjadi identitas lelaki muslim di Indonesia, bukan berarti sarung hanya dipakai orang Islam. Masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu juga mengenakan sarung dalam berbagai ritual adat dan keseharian mereka.

Sarung Bali bahkan kini menjadi salah satu suvenir paling menarik bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sana. Selain menggambarkan budaya di Pulau Dewata, sarung dengan motif kotak-kotak berwarna hitam-putih seperti papan catur ini juga memiliki nilai filosofi yang cukup tinggi.

Nah, sudah tahu kebenarannya, kan? Kalau mau pakai sarung, tinggal pakai saja; tapi nggak perlu sok-sokan bilang sarung adalah pakaian asli Indonesia lagi ya, Millens! Malu sama orang Yaman! Ha-ha. (Aku/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: