BerandaHits
Sabtu, 15 Feb 2019 10:51

Ramai #Uninstallbukalapak di Twitter, Ada Apa?

Ramai-ramai tagar uninstallbukalapak di twitter. (Twitter.com/bukalapak)

Gegara cuitan Achmad Zaky, CEO dari Bukalapak warganet ramai-ramai membuat tagar #uninstallbukalapak. Hingga berita ini diturunkan tagar tersebut masih menempati urutan teratas twitter.

Inibaru.id – Nggak hanya diramaikan oleh hari valentine, media sosial pada Kamis (14/2/2019) kemarin juga diramaikan dengan tagar #uninstallbukalapak. Tagar ini ditujukan pada sebuah e-commerce Bukalapak. Apa penyebab munculnya tagar ini?

Detik.com, Kamis (14/2) menulis hal ini disebabkan oleh banyaknya warganet yang kecewa dengan cuitan di media sosial Twitter yang diunggah oleh pendiri sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky. Dalam cuitan tersebut, Zaky mengunggah informasi tentang dana riset untuk industri 4.0 di Indonesia yang hanya berada di peringkat ke-43 dari berbagai negara. Selain informasi yang dianggap kurang tepat, warganet juga mempermasalahkan tulisan Zaky yang dianggap mendukung calon presiden tertentu.

“Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin (dana riset untuk industi 4.0 di Indonesia),” tulisnya.

Akibat pernyataan ini, warganet langsung berbondong-bondong mengusung tagar #uninstallbukalapak. Bahkan, ada yang menyertakan hasil tangkapan layar ponselnya yang menunjukkan bahwa dirinya benar-benar telah menghapus aplikasi Bukalapak.

Sadar cuitannya menjadi kontroversi di media sosial, Zaky pun langsung mengeluarkan klarifikasi melalui akun Twitter pribadinya. Dia juga meminta maaf jika ada banyak orang yang salah mempersepsikan cuitannya.

“Bangun-bangun viral tweet saya gara-gara 'presiden baru'. Maksudnya siapapun, bisa Pak Jokowi Juga. Jangan dipelintir ya? Let’s fight for innovation budget,” tulisn Zaky di akun Twitter-nya.

Zaky juga menggarisbawahi tujuan dari cuitannya dengan menyebut bahwa dia mendorong pemerintah untuk melakukan investasi di riset dan SDM serta di dunia industri teknologi agar nggak kalah dari negara lain.

Hanya saja, banyak warganet yang sudah terlanjur kecewa dengan cuitannya. Beberapa selebtwit bahkan menganggap tindakannya mengeluarkan pernyataan terkait dengan data dana riset Indonesia yang nggak tepat sebagai hal yang sembrono. Selain itu, ada yang menyebut cuitannya bisa mempengaruhi kondisi e-commerce yang dia pimpin.

Kalau Millens ikut-ikutan uninstall aplikasi Bukalapak nggak? (IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: