BerandaHits
Sabtu, 25 Sep 2020 10:20

Perkara Acara Dangdutan Wakil DPRD Tegal, Ganjar Tegur Walikota dan Satpol PP Setempat

Ganjar memberi teguran kepada Walikota Tegal dan Satpol PP. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegur keras Walikota dan Satpol PP Tegal. Pasalnya, di tengah kasus Covid-19 yang belum mereda seperti ini, seorang Wakil DPRD di Tegal malah bikin acara dangdut.<br>

Inibaru.id - Kasus Covid-19 belum juga mereda, Wakil Ketua DPRD Tegal malah menggelar resepsi pernikahan dengan acara dangdutan. Praktis, kerumunan warga terkumpul. Perkara ini pun berbuntut panjang.

Mengetahui hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung menegur Walikota dan Kasatpol PP Kota Tegal. Bertempat di rumah dinasnya, Kamis (25/9/2020), Ganjar mengatakan, Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, mengaku nggak tahu kalau acara bakal sampai seramai ini.

"Dia mengatakan tidak tahu, karena dia kondangan pukul 11.00 WIB. Jadi, dia tidak tahu kondisi di lapangan sampai malam," ucap Ganjar, yang sebelum acara digelar sebetulnya sudah berkomunikasi dengan Dedy.

Kepada Dedy, Ganjar mewanti-wanti pihak penyelenggara untuk sebisa mungkin menunda acara yang melibatkan massa.

"Silakan kalau akan membuat acara, tapi kalau bisa ramai-ramainya ditunda dulu," kata Ganjar, yang mengaku terkejut mendapat laporan bahwa acara pernikahan itu dipenuhi pengunjung.

Dia juga nggak menduga perhelatan yang digelar di lapangan terbuka itu diisi acara dangdutan sampai larut malam dengan kerumunan massa yang memadati venue tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Acara dangdut yang diselenggarakan oleh Wakil DPRD Tegal. (Kompas.com)<br>

Terkait hal ini, Ganjar mengatakan bahwa Walikota Tegal sudah meminta maaf. Namun, Ganjar tetap meminta kejadian serupa nggak terulang.

"Saya hanya sampaikan, ini butuh sensitivitas dari pemimpin. Kalau itu bisa dibatasi, nggak apa-apa. Tapi kalau seperti itu, liar dan didiamkan saja, ya namanya tidak bertanggungjawab," tegasnya.

Ganjar berharap acara semacam itu nggak diberi izin, apalagi kalau acara justru digelar para pemimpin daerah, karena akan memberi contoh buruk kepada masyarakat.

Sementara itu, Kasatpol PP Jateng Budiyanto juga langsung menelpon Kasatpol PP Kota Tegal Hartoto. Dari sambungan telpon yang dilakukan di hadapan Ganjar itu, Kasatpol PP Kota Tegal mengatakan, pihak satpol PP sebenarnya sudah memberi imbauan, tapi kondisi di lapangan nggak terkendali.

"Itu awalnya orang punya hajat, memang itu ada hiburan dangdut. Imbauan sudah disampaikan, saya sendiri juga kondangan di sana, sama Pak Wali. Itu yang punya gawe kebetulan dari Wakil Ketua DPRD (Tegal)," tuturnya kepada Budiyanto.

Dedy Yon Supriyono mengaku nggak tahu kalau acara tersebut bakal seramai itu. (Tribunnews)<br>

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya ditegur Ganjar terkait kejadian itu. Bahkan, Dedy juga mengatakan telah ditegur Kapolri terkait peristiwa tersebut.

Hal ini tentu akan jadi pelajaran tersendiri buat Dedy. Selanjutnya, apabila ada kejadian yang sama lagi, dia akan melarangnya. Hal itu sudah dikoordinasikan dengan Kapolres.

Dedy juga mengaku kecolongan dengan peristiwa itu. Sebab, dia mengatakan hanya tahu bahwa acara itu digelar sederhana. Dia pun mengatakan datang untuk kondangan pada pukul 11.00 WIB.

"Setelah (kondangan) itu saya ke Semarang. Hari ini saya baru tahu kalau itu ada acara ramai-ramai. Kalau saya tahu, pasti sudah saya bubarkan," ucapnya.

Dedy mengatakan akan menindaklanjuti peristiwa tersebut. Pihaknya sedang berupaya melakukan tes usap (swab test) massal bagi masyarakat sekitar yang hadir pada acara dangdutan itu.

"Nanti, di Tegal Selatan akan kami swab, karena saya dapat laporan itu tidak jaga jarak saat acara dangdutan berlangsung. Segera kami akan melakukan swab," tutupnya.

Duh, duh, di tengah kondisi karut-marut kayak begini, mending ditunda dululah kumpul-kumpulnya. Ini kan demi kebaikan semua orang. Akur? (IB28/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: