BerandaHits
Sabtu, 11 Mei 2018 15:00

Kisah Polisi Muda dari Kebumen yang Gugur di Mako Brimob

Peti jenazah korban kerusuhan Mako Brimob (Cakrawala.co)

Kerusuhan di Mako Brimob mengakibatkan lima polisi gugur, salah seorang di antaranya adalah Bripda Wahyu Catur Pamungkas. Bripda Catur diketahui baru dilantik menjadi polisi satu bulan lalu.

Inibaru.id – Jenazah Bripda Wahyu Catur Pamungkas, salah seorang polisi yang gugur saat kerusuhan di Mako Brimob, Selasa (8/5/2018) lalu, diantar ke tempat kelahirannya, Desa Kamulyan, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (10/5) dini hari pukul 02.45 WIB.

Liputan6.com, Kamis (10/5/2018) menulils, kedatangan peti jenazah yang dibalut dengan bendera merah putih langsung disambut dengan tangisan dan jeritan keluarga yang masih terpukul dengan kabar kematian Bripda Catur. Para tetangga juga terlihat menahan rasa sedih atas kematian putra keempat pasangan Purn. Serma Pujiono dan Surati ini.

Pemakaman Bripda Catur dilakukan setelah menunggu seluruh anggota keluarga besar berkumpul di rumah duka. Upacara pemakaman yang dipimpin oleh Kapolres Kebumen Arief Bahtiar dan dihadiri oleh seluruh perwira Polres dan Kepala Polsek Kebumen ini dimulai pukul 09.00 WIB.

Pihak keluarga kali pertama mendengar kabar kematian Bripda Catur karena menjadi korban dalam kerusuhan di Mako Brimob pada Rabu (9/5) pukul 17.00. Setelah itu, pihak kepolisian mendatangi orang tua korban untuk memberikan kabar secara resmi.

Saat jenazah tiba, pihak keluarga sebenarnya pengin melihat wajah jenazah untuk kali terakhir. Namun, pihak kepolisian menyarankan pihak keluarga untuk tidak melakukannya karena luka yang diderita Bripda sangat parah sehingga dikhawatirkan menambah rasa sedih atau trauma.

Kepergian Bripda Catur menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga mengingat lelaki asal Kebumen itu baru dilantik menjadi anggota polisi satu bulan lalu. Dia baru saja lulus dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto dua bulan silam. Pihak keluarga pun tidak mengira mereka akan kehilangan Bripda Catur di usia yang sangat muda yakni 20 tahun.

Kendati sudah merelakan kematian Bripda Catur, pihak keluarga berharap pelaku harus mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Kalau sudah takdir tidak bisa dielak, tapi para napi harus membayar kejahatan mereka,” ucap paman korban Iswandi.

Selamat jalan Bripda Catur. Terima kasih atas dedikasimu untuk bangsa. (IB09/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: