BerandaHits
Sabtu, 21 Mar 2025 09:38

Kantor Tempo Diteror Kepala Babi, Dukungan Datang Bertubi-tubi

Kantor Tempo diteror kepala babi tanpa telinga dari orang nggak dikenal. (Tempo/Praga Utama via Kompas)

Banyaknya dukungan yang datang bertubi-tubi dari berbagai kalangan menandakan Tempo nggak menghadapi teror kepala babi ini sendirian.

Inibaru.id - Kebebasan pers di Indonesia agaknya kembali mendapatkan ujian. Saat masyarakat tengah melakukan aksi penolakan pengesahan RUU TNI, Kantor media nasional Tempo mendapat kiriman kepala babi dari orang nggak dikenal pada Rabu, 19 Maret 2025.

Kepala babi yang dibungkus kotak kardus dan dilapisi styrofoam itu ditujukan untuk Cica. Di Tempo, Cica adalah nama panggilan Francisca Christy Rosana, jurnalis desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik. Kuat dugaan, paket berisi kepala babi tanpa telinga itu merupakan bentuk intimidasi.

Untuk kali kesekian Tim Bocor Alus Politik kembali mengalami intimidasi dengan kiriman tanpa nama tersebut. Paket diterima satuan pengamanan Tempo pada 19 Maret pukul 16.15 WIB. Namun, Cica baru menerimanya sehari berselang, Kamis (20/3) sekitar jam tiga sore lantaran tengah bertugas.

Mengetahui informasi bahwa dirinya mendapatkan paket, Cica yang baru saja pulang liputan bersama Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran segera mengambilnya, lalu membawa boks yang dibungkus rapi itu ke kantor. Paket pun dibuka Hussein.

Baru saja sedikit terbuka bagian atasnya, Hussein telah mencium bau busuk. Kardus pun dibawa keluar gedung bersama rekan jurnalis lain. Begitu dibongkar seluruhnya, barulah ketahuan bahwa kotak itu berisikan kepala babi yang kedua telinganya terpotong.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mengatakan, kiriman paket berisi kepala babi tersebut adalah bentuk teror terhadap kebebasan pers. Dia mengaku tengah menyiapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai respons atas kejadian tersebut.

"Kami mencurigai ini sebagai upaya teror dan melakukan langkah-langkah yang menghambat kerja jurnalistik," tegasnya, Kamis (20/3).

Nggak berselang waktu lama, dukungan dari berbagai pihak pun segera ditujukan untuk Tempo, termasuk dari awak media dengan pemberitaan yang segera tersebar luas. Selain itu, dukungan juga datang dari berbagai kalangan, baik secara personal maupun mewakili instansi atau komunitas.

Dikutip dari Tempo, Jumat (21/3), sekelompok orang yang menamakan diri Masyarakat Sipil menyatakan mendukung penuh Tempo untuk menghadapi aksi teror dan intimidasi ini. Mereka terdiri atas pengacara, akademisi, pegiat HAM, dan jurnalis.

"Kami tahu tujuan intimidasi dan teror adalah menebar rasa takut. Sasarannya diperingatkan agar tidak meneruskan apa yang sedang ia kerjakan. Sejak perusakan kendaraan pribadi hingga kepala babi, kita bisa melihat ada peningkatan bentuk intimidasi," tulis mereka pada Kamis (20/3).

Melindungi Kebebasan Pers

Dukungan lain juga datang dari Konsorsium Jurnalisme Aman yang merupakan gabungan dari Yayasan Tifa, Human Rights Working Group (HRWG), dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN). Dari kejadian ini, mereka mendesak pemerintah untuk melakukan aksi nyata untuk melindungi kebebasan pers.

"Paket kepala babi ini merupakan bentuk teror terhadap kebebasan pers; mencerminkan kecenderungan negara yang otoriter dan anti-kritik," tulis Direktur Eksekutif Yayasan Tifa Oslan Purba, Kamis (20/3). “Pemerintah harus menjamin kebebasan pers dan keselamatan jurnalis di Indonesia."

Setali tiga uang, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur yang turut mengecam tindakan pengiriman kepala babi itu mengungkapkan, ini merupakan pembungkaman karya jurnalistik Tempo; yang semakin menujukkan bahwa Indonesia bukan negara hukum yang demokratis.

Sementara itu, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya juga menganggap tindakan ini adalah cara untuk menebar ketakutan yang biasanya dilakukan oleh rezim yang otoriter.

Apa Kata Dewan Pers?

Dewan Pers dengan tegas mengecam aksi teror berupa pengiriman paket berisi kepala babi ke kantor Tempo. Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengatakan, aksi ini adalah intimidasi yang secara langsung ditujukan untuk menakut-nakuti. Biasanya, aksi ini dilakukan oleh pihak yang terpojok, tapi nggak mau bertanggung jawab.

"Dewan Pers mengimbau kepada semua pihak yang keberatan atas pemberitaan Tempo agar memberikan hak jawab, alih-alih intimidasi," jelasnya Kamis (20/3). “Mereka memiliki hak jawab. Gunakan hak jawab tersebut sebaik-baiknya."

Sejalan dengan Dewan Pers, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers meminta kepada pemerintah agar nggak abai terhadap teror pengiriman kepala babi yang ditujukan ke kantor Tempo tersebut. Staf Advokasi LBH Pers Mustafa Layong mendesak agar pemerintah segera mengusut tuntas kasus ini.

"Ini untuk memastikan hak pers, untuk memberitakan secara merdeka," tuturnya, dikutip dari Tempo, Jumat (21/3).

Keberadaan teror kepala babi tersebut sungguh disayangkan karena mencederai demokrasi yang digadang-gadang sebagai ruh dari negeri ini. Kalau begini terus, malu dong mendaku diri sebagai negeri demokrasi! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Ternyata Bumi Kita Nggak Seburuk Itu, Simak Kabar Baik Pemulihan Alam Belakangan Ini!

21 Jan 2026

Kata Pakar Soal Makanan yang Bisa Bertahan Lebih dari 12 Jam

22 Jan 2026

Apakah Indonesia Sudah Memasuki Puncak Musim Hujan?

22 Jan 2026

Tradisi Unik jelang Ramadan; Nyadran 'Gulai Kambing' di Ngijo Semarang

22 Jan 2026

Bukan Cuma Rokok, Tekanan Finansial Juga Jadi Ancaman Serius buat Jantung

22 Jan 2026

Pantura 'Remuk' Pasca-Banjir, Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerugian dan Siapkan Strategi Baru

22 Jan 2026

Menurut PBB, Dunia Sudah Memasuki Fase Kebangkrutan Air Global!

23 Jan 2026

Waktu-waktu Terburuk untuk Liburan ke Jepang pada 2026

23 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: