BerandaHits
Sabtu, 26 Jul 2019 14:00

Jangan Ngawur! Antibiotik Bukan Obat Jerawat, Begini Penjelasannya!

Viral unggahan Instagram Story mengenai antibiotik yang dijadikan obat jerawat! (Kompas)

Akhir-akhir ini beredar isu di media sosial bahwa antibiotik yang dicampur dengan air mawar bisa menyembuhkan jerawat. Hmmm, kira-kira gimana ya penjelasan medisnya?

Inibaru.id – Akhir-akhir ini viral sebuah informasi bahwa antibiotik Amoxilin diklaim bisa menyembuhkan jerawat. Merujuk pada sebuah artikel Kompas (22/6) terkait hal tersebut, diketahui bahwa awalnya ada seseorang yang menanyakan kemanjuran antibiotik dalam penyembuhan jerawat. Kemudian beberapa warganet menanggapinya dengan berbagai reaksi, termasuk sebuah penjelasan dari orang yang telah mempraktikannya.

“Liat sebuah tips (Amoxilin dicampur air mawar) di Instagram Story orang hehe aku screenshot, langsung kupraktikkan deh. Dan Asli manjur topcer," tulis seorang warganet. Unggahan itu pun viral hingga dibagikan ulang (di-retweet) sebanyak 112 orang dan disukai oleh 540 warganet di dunia Twitter.

Menanggapi hal itu, Dr.dr. Windy Keumala Budianti, SpPK. pun menyatakan bahwa penggunaan antibiotik untuk obat jerawat adalah tindakan yang sembrono karena Amoxilin memiliki risiko resistensi yang besar.

"Bakteri yang utama kan Propionibacterium acnes. Dengan Doxycicilin dan Klindamisin sudah cukup. Kalau Amoxilin, risiko resistensi lebih besar," ujarnya pada Kompas.

Ismiralda Oke Putranti, SpPK juga turut buka suara dan menyatakan, “Itu cara yang salah kaprah. Antibiotik hanya boleh diberikan oleh dokter, karena pemakaian antibiotik yang sembarangan membuat kuman menjadi resisten terhadap antibiotik,” pada Kompas.

Oke juga menegaskan bahwa penggunaan antibiotik yang nggak sesuai dengan dosis atau anjuran dokter justru akan memicu terjadinya infeksi bakteri Propionibacterium acnes yang sebenarnya wajar pada folikel rambut.

So, buat ciwi-ciwi yang tergiur akan dampak instan penggunaan antibiotik dalam penyembuhan jerawat, mohon lebih berhati-hati lagi, ya! Jangan ngawur karena kecerobohan kecil bisa berakibat fatal! Apalagi kalau nyangkut urusan kesehatan dan kecantikan, hmmm. Pokoknya jangan ngawur lah, Millens! He-he. (IB23/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: