BerandaHits
Jumat, 27 Jun 2019 11:18

Ini Alasan Peternak Bagikan Ayam secara Gratis

Proses pembagian daging ayam secara gratis. (Liputan6/Gholib)

Belakangan ini di berbagai kota seperti Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta terjadi proses pembagian ayam secara gratis oleh peternak. Mengapa banyak pembagian ayam secara cuma-cuma?

Inibaru.id – Belakangan ini viral kabar pembagian ayam gratis di berbagai tempat, termasuk di Kota Semarang. Hal ini rupanya dilakukan untuk mengurangi kelebihan stok ayam di pasaran seperti yang dijelaskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah.

Disperindag menyebut stok daging ayam di pasaran terlalu berlebih. Penyebab dari kelebihan stok ini karena kesalahan perhitungan antara kebutuhan dan pasokan ayam potong. Stok yang berlebihan membuat permintaan dari konsumen menurun.

Hal inilah yang kemudian membuat harga daging ayam potong di pasaran juga menurun drastis sehingga merugikan para peternak. Alhasil, banyak peternak yang memilih untuk membagikan ayamnya secara cuma-cuma kepada warga yang membutuhkan.

Disperindag Jateng pun turut memfasilitasi para peternak dalam upaya pengurangan stok ayam itu.

“Kami memfasilitasi para peternak menurunkan stok ayam dengan cara membagikannya secara gratis ke masyarakat, termasuk ke pantai asuhan dan pondok pesantren,” ucap Kepala Disperindag Provinsi Jawa Tengah Arif Sambodo dilansir dari laman Antaranews, Rabu (26/6/2019).

Paling tidak, ada 27 ribu ekor ayam dibagikan secara gratis ke masyarakat. Pembagian ayam gratis ini nggak spontan dilakukan. Hal ini didasari pada keputusan rapat bersama yang dilakukan pada 14 Juni 2019 lalu di Surakarta. Mereka semakin yakin mengambil langkah tersebut setelah beredarnya Surat Edaran Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 158/PDN/SD/6/2019.

“Surat edaran ini meminta para peternak mandiri, peternak UMKM, dan integrator untuk melepas stok kelebihan ayam hidup secara gratis dengan memakai dana CSR,” lanjut Arif.

Kalau menurut Millens, apakah tindakan pembagian ayam secara gratis ini sudah tepat? (IB09/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: