BerandaHits
Jumat, 20 Jun 2019 13:20

Duh, Puluhan Anak di Semarang Harus Terapi Mental di RSJ Akibat Kecanduan Gim

Kecanduan gim dapat membuatmu masuk rumah sakit jiwa. (Verywell Mind)

Sebanyak 20 anak di Semarang harus mendapatkan terapi di Rumah Sakit Jiwa Amino Gondohutomo karena nggak bisa lepas dari gim dan mengalami perubahan perilaku.

Inibaru.id - Main gim memang asyik, tapi jangan sampai kecanduan ya, Millens. Keranjingan gim atau gaming disorder bisa membuatmu masuk rumah sakit jiwa, lo. Seperti puluhan anak-anak di Semarang ini. Sekira 20 anak menjalani terapi mental di rumah sakit jiwa. Usianya rata-rata di bawah 19 tahun. 
 
Menurut Erlina Rumanti, Wakil Direktur Medik Rumah Sakit Jiwa (RSJD) Amino Gondohutomo Semarang, selama dua bulan ini pihaknya menerima puluhan laporan dari orang tua soal perubahan perilaku dari anaknya.
 
"Faktornya banyak, mulai dari masalah ekonomi, pengangguran, masalah keluarga dan lainnya. Tapi baru-baru ini lagi ramai yang menjalani terapi psikis akibat main gim. Itu sangat mempengaruhi tingkat emosionalnya, di mana dia jadi mudah marah, perilakunya tertutup, dan mengabaikan teguran dari orangtuanya," tutur Erlina seperti dilansir dari laman IDNTimes, Rabu (20/6).
 
Lanjut Erlina, bahwa perubahan perilaku tersebut berdampak pada prestasi di sekolah yang menurun drastis. Mulai dari yang kehilangan fokus hingga menutup diri dari lingkungannya. 
 
"Saat ditegur, si anak berontak dan tiba-tiba marah-marah tidak terkendali. Kemudian ada juga yang mengeluhkan prestasi anaknya di sekolah merosot drastis. Ini yang dikhawatirkan mereka. Lalu beberapa anak dibawa kemari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," katanya. Parah ya, Millens?
 
Jangan heran kalau anak-anak ini dirujuk ke rumah sakit jiwa ya. Pasalnya, World Health Organization (WHO) telah resmi menggolongkan gaming disorder pada versi terbaru International Classification of Diseases (ICD) Internasional sebagai gangguan kejiwaan.
 
Jadi kalau kamu nggak bisa mengendalikan diri atau bahkan marah-marah nggak terkendali ketika diminta berhenti main, sepertinya kamu sudah kecanduan dan harus bertandang ke rumah sakit jiwa. Hal ini perlu diperhatikan agar dapat mencegah penyakit yang lebih serius.
 
Hm, jangan sampai ini terjadi ya, Millens. (MG20/E05)
 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: