BerandaHits
Kamis, 8 Apr 2020 13:05

Cegah Hoaks, Pesan Whatsapp Hanya Bisa Diteruskan Satu Kali

Whatsapp batasi pesan terusan selama pandemi Corona. (Der Spiegel)

Antisipasi hoaks dan misinformasi terkait dengan Covid-19 yang semakin masif, pesan Whatsapp kini hanya bisa diteruskan satu kali.

Inibaru.id- Di tengah pandemi Covid-19, aplikasi perpesanan Whatsapp mengeluarkan kebijakan baru. Whatsapp kini membatasi pesan hanya bisa diteruskan sekali saja. Kebijakan tersebut diambil untuk mencegah adanya misinformasi, termasuk beredarnya berita hoaks yang dikirim melalui aplikasi mereka.

“Meneruskan pesan memang tidak selalu buruk. Namun, kami melihat adanya peningkatan yang signifikan jumlah pesan yang diteruskan ke kontak lain. Pesan tersebut terlalu banyak dan berpotensi misinformasi,” jelas Whatsapp pada Selasa (7/4/2020).

Whatsapp menambahkan, mereka perlu menjaga fungsi utama aplikasi, yakni untuk berkomunikasi secara personal. Kebijakan ini pun menegaskan kembali fungsi ini.

Chatbot Whatsapp tentang COVID-19. (Kompas/Bill)

Selain membatasi pesan terusan, Whatsapp bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan chatbot Covid-19. Chatbot yang diluncurkan minggu lalu itu ditujukan untuk menjawab pertanyaan masyarakat mengenai Covid-19.

Untuk bergabung ke chatbot tersebut, pengguna hanya perlu mengirim pesan ke nomor resmi Whatsapp 0811-3339-9000.

Banyak Hoaks Muncul Selama Pandemi Corona

Aplikasi di bawah grup Facebook ini memang sering dijadikan tempat berbagi pesan hoaks. Beberapa pengguna dengan mudahnya meneruskan pesan yang didapatkan dari pengguna lain sebelum melakukan validasi informasi. Hal ini membuat cukup banyak misinformasi dan hoaks yang beredar di Whatsapp.

Hingga saat ini, sebanyak 466 hoaks mengenai pandemi corona ditemukan. Sejumlah 77 kasus di antaranya sudah ditindaklanjuti pihak kepolisian.

Pihak Kementerian Kominfo berjanji akan terus mengusut kasus hoaks terkait corona. Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijan Pangarepan.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus memburu penyebar hoaks,” ujarnya pada Selasa (7/4).

Nah Millens, jangan asal meneruskan pesan di Whatsapp tanpa mengonfirmasi isi beritanya dulu, ya. Yuk, jadi pengguna yang bertanggung jawab. (Kom/IB03/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: