BerandaHits
Senin, 10 Mei 2020 11:00

Banjir Pelanggan, Ramadan Jadi Musim Rezeki Buat Pengrajin Kolang-Kaling

Di bulan Ramadan, para pembuat kolang-kaling kebanjiran pesanan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Bulan Ramadan memang identik dengan kolang-kaling. Banyak orang yang memburunya untuk dijadikan menu buka puasa. Maka, nggak heran jika pengrajin kolang-kaling kebanjiran order. Hal ini tentu menjadi rezeki tersendiri di tengah paceklik akibat pandemi corona.<br>

Inibaru.id - Bulan Ramadan memang nggak bisa lepas dengan yang namanya kolang-kaling. Oleh karena itu, di bulan ini, pedagang kolang-kaling dan rumah produksinya seperti mendapatkan berkah. Hal itu banyak disampaikan oleh para pembuat kolang-kaling di Desa Jatirejo, Gunung Pati, Kota Semarang.

Rupiase adalah salah seorang yang mengakuinya. Selama Ramadan, rumah produksi kolang-kalingnya bisa memproduksi kurang lebih 20 ton. Hal ini disebabkan oleh tingginya peminat. Kolang-kaling hasil produksi Rupiase diambil oleh para pedagang di pasa-pasar Kota Semarang.

“Untuk harga per kilonya Rp 13 ribu,” jelasnya pada Selasa (5/5/2020).

Kolang-kaling identik dengan makanan untuk berbuka puasa. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Sementara untuk penjualannya, Rupiase mengungkapkan kalau bisa menjual antara 7 sampai 10 kuintal. Angka tersebut tergolong sudah sangat baik mengingat jika di hari-hari biasa nggak mencapai 5 kuintal.

Nggak hanya Rupiase saja yang merasakan keberkahan kolang-kaling, salah seorang pembuat lainnya, Sarni juga mendapatkan hal serupa. Setiap kali bulan Ramadan tiba, pelataran rumahnya akan ramai warga yang bergotong royong memproduksi kolang-kaling.

Di tengah pandemi yang membuat banyak orang mengalami paceklik, larisnya penjualan kolang-kaling di bulan Ramadan juga menjadi juru selamat. Hasil penjualan kolang-kaling ini bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Anak saya dirumahkan. Rezeki sedang seret," cerita Rupiase.

Selain para pedagang pasar, pembeli juga berasal dari warga sekitar atau orang lain yang sudah berlangganan bertahun-tahun. Menurut para pembeli, kolang-kaling di Desa Jatirejo ini memiliki kualitas baik karena proses pengolahannya yang masih manual.

Pembeli kolang-kaling nggak cuma dari pedagang pasar, tapi juga masyarakat umum yang langsung membeli di rumah produksi. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sarni menyebut proses pengolahan manual membuat pemilahan kolang-kaling berkualitas baik dan buruk bisa terjaga dengan baik. Selain itu, banyak pembeli yang lebih suka membeli langsung di rumah produksi karena bisa mendapatkan harga khusus.

“Kalau di pasar kan memang sudah harga pedagang. Kalau di sini beda,” paparnya.

Rupiase dan Sarni bukanlah pembuat kolang-kaling yang mengolahnya langsung dari bentuk buah aren. Mereka sudah membeli berton-ton kolang-kaling setengah jadi dari beberapa daerah seperti Pekalogan, Wonosobo, Temanggung, Banjarnegara, dan Parakan.

Kolang-kaling tersebut memang lebih mahal dibandingkan dengan harga buah aren, Namun, hal ini membuat proses produksi menjadi lebih ringkas dan cepat sehingga mampu memenuhi pesanan yang nggak bisa menunggu.

Apakah kamu juga suka makan kolang-kaling di bulan Ramadan, Millens? Seperti apa olahan kolang-kaling favoritmu? (Audrian F/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: