BerandaHits
Senin, 30 Jan 2022 16:00

Asal-Usul Si Kedelai Hitam Bahan Baku Kecap, Malika

Ilustrasi kedelai hitam. (Shutterstock)

Nama kedelai malika kian populer setelah menjadi bintang utama dalam salah satu iklan kecap dalam negeri. Namun tahukah kamu kedelai ini adalah hasil pengembangan produk pertanian seorang ilmuwan asal Indonesia?

Inibaru.id – Nggak lengkap rasanya menyantap soto atau bubur ayam tanpa kecap. Namun saat menyantap kuliner yang berkecap, satu hal yang sering terlintas di kepala adalah kedelai Malika. Ya, si kedelai hitam ini jadi bahan baku kecap yang punya peran penting.

Malika, berasal dari bahasa sansekerta Mallika yang berarti kerajaan punya makna berupa perjalanan panjangnya hingga menjadi varietas unggul. Namun tahukah kamu bahwa Malika adalah produk pengembangan penelitian dari seorang ilmuwan asal Indonesia?

Ialah Ir. Setyastuti Purwanti MS, seorang Dosen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mempopulerkan malika hingga bisa ditanam oleh 7.000 petani di DIY, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Hal ini bermula saat ketersediaan kedelai hitam lokal untuk bahan baku kecap yang terbatas, sehingga Setyastuti memulai riset dengan berbagai kedelai hitam lokal yang ada. Hasilnya, kedelai Malika dianggap paling unggul ketimbang yang lainnya.

Hal ini disebabkan oleh ketahanannya terhadap kondisi tanah yang kering, tergenang air, atau terhadap hama. Sebagai permulaan,dirinya membudidayakan 40 Kg kedelai Malika yang ternyata memuaskan.

Setyastuti adalah orang di balik kepupuleran Malika. (UGM)

Selanjutnya pada 2002 bersama petani Sleman dan Bantul, dirinya menanam kedelai kembali dengan hasil produksi mencapai satu ton.

Pada tahap ini, Setyastuti menanam varietas ini pada 8 hektar lahan di Sleman dan Bantul, serta 25 hektar di daerah Klaten, Jawa tengah. Nggak hanya itu, dirinya juga memberikan petunjuk teknis dan pendampingan pada petani mulai dari proses penanaman hingga panen.

Melewati Berbagai Tahap Uji

Bahkan setelah itu, setyastuti masih melakukan pemurnian benih yang positif dan negatif hingga empat sampai lima kali tanam untuk mendapatkan malika murni.

“Saya memisahkan yang di luar tipe negatif dan positif. Saya pun berkali-kali menanam, ada sekitar empat sampai lima kali tanam untuk mendapatkan yang benar-benar tipe Malika," ungkapnya.

Ilustrasi tanaman kedelai. (Ekonomi Bisnis)

Setelah itu masih ada pemurnian dan uji banding untuk mengetahui hasil penanaman yang paling bagus. Hingga kini kedelai malika masih di tanam di pulau Jawa.

Kesuksesan Setyastuti ini bukan nggak berarti dirinya pernah mengalami kendala. Dirinya pernah kesulitan mencari petani untuk diajak bekerjasama untuk menanam kedelai hitam ini.

"Dari jam tujuh pagi sampai jam tujuh malam saya mencari petani, tetapi yang didapati hanyalah ketidakpastian," kenangnya.

Ketekunananya berbuah manis saat 2007 lalu, Malika hasil dari tangan penelitian panjang Setyastuti resmi dilepas sebagai varietas unggulan nasional. Perlu kamu tahu, Millens, di Indonesia terdapat tiga jenis kedelai hitam yaitu Marapi (1938), Cikurai (1992), dan Mallika (2007).

Nah ngomong ngomong tentang Malika, kamu jadi tambah tahu kan asal usulnya! (Lip/IB27/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: