BerandaHits
Sabtu, 4 Des 2020 11:07

Anjlok pada 2020, BI Optimistis Ekonomi akan Pulih Tahun Depan

Konfrensi pers "Pertemuan Tahunan Bank Indonesia". (Inibaru.id/ Audrian F)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Soekowardojo memaparkan kondisi perekonomian Indonesia menjelang akhir 2020 ini. Meskipun banyak mengalami penurunan karena pandemi, dia meyakini, semuanya akan kembali pulih pada 2021.<br>

Inibaru.id - Setahun hampir berlalu dan pandemi sudah cukup mengubrak-abrik kondisi masyarakat, khususnya sektor perekonomian. Dalam skala ekonomi global, pandemi memberi dampak disrupsi yang simultan pada penawaran dan permintaan, karena bersamaan dengan itu kebutuhan medis juga mendesak.

Pemerintah pun mendapat tantangan besar untuk segera melindungi kesehatan masyarakat dan mengamankan ekonomi. Sementara, berbagai daerah juga belum selesai dengan pembatasan sosial.

Ini tentu memengaruhi produktivitas orang bekerja atau bertambahnya pengangguran. Di sisi lain, kehilangan pekerjaan dan pendapatan akan memengaruhi prospek ekonomi dan menurunkan konsumsi rumah tangga serta investasi korporasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Soekowardojo memaparkan gimana kondisi perekonomian dalam konfrensi pers setelah acara "Pertemuan Tahunan Bank Indonesia" pada Kamis (3/12/2020) di Hotel Tentrem, Kota Semarang.

Menurutnya, di masa pandemi ini, pertumbuhan ekonomi yang positif terjadi hanya di Triwulan I tahun 2020, yakni 2,61 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Soekowardojo memaparkan kondisi perekonomian di Indonesia. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Hal ini karena pandemi belum berdampak. Namun, pada Triwulan II, ekonomi di Jateng mulai terjadi kontraksi -5,4 persen, kemudian pada Triwulan III menjadi -3,9 persen.

“Pada Triwulan IV, kondisi masih berat , dan kontraksi masih terjadi pada angka -1 persen hingga nol persen. Namun di Triwulan I 2021, kami optimis sudah positif,” ujar Soekowardojo.

Optimisme Soekowardojo itu tentu diiringi dengan sumber daya yang memang mumpuni khususnya di Jateng. Menurutnya, Jateng memiliki keunggulan basis produksi perekonomian yang memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Dari sektor pertanian, Jateng termasuk salah satu lumbung padi nasional dan berbagai komoditas hortikultura. Komoditas industri pengolahan yaitu makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, serta furnitur, menjadi andalan produksi nasional dan ekspor.

Berbagai sektor unggulan tersebut selalu meningkat permintaannya dari waktu ke waktu. Ini belum termasuk sektor farmasi berbasis obat tradisional yang masih dapat terus dikembangkan, mengingat faktor kesehatan menjadi perhatian khusus sejak Covid-19.

“Inovasi juga perlu terus dikembangkan, menyesuaikan dengan kenormalan baru masyarakat. Selain itu, kehadiran vaksin Covid-19 akan menjadi hal penting dalam menjaga ekspektasi dan menurunkan kekhawatiran masyarakat dalam beraktivitas,” terang Soekowardojo.

Untuk itu, dalam memulihkan ekonomi, pihaknya sudah memiliki sejumlah strategi jitu, di antaranya akan lebih memberdayakan UMKM melalui edukasi dan kemudahan akses, menciptakan kemudahan bagi para investor, serta mempercepat realisasi program pemerintah daerah secara efektif dan efisien.

Selain itu, nggak lupa juga meningkatkan penyaluran pembiayaan oleh perbankan pada sektor produktif melalui asesmen yang cermat terhadap individual debitur dan yang terakhir meningkatkan sinergitas antara pemangku kepentingan.

Wah semoga perekonomian benar-benar pulih di tahun 2021 ya, Millens. (IB28/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: