BerandaHits
Selasa, 12 Apr 2021 11:15

Akibatkan Kematian Dini, Alasan Nggak Boleh Memelihara Ikan Cupang di Dalam Vas

Karena bentuknya yang kecil, banyak orang memelihara cupang dalam vas kecil. (Tribun Timur/Muh Abdiwan)

Meletakkan ikan cupang di dalam vas kecil memang tampak rapi dan ringkas. Tapi ternyata, vas kecil dapat menyebabkan kematian dini pada ikan cupang. Begini penjelasannya!

Inibaru.id – Mungkin kamu salah satu orang yang hobi meletakkan ikan cupang di dalam vas kecil. Selain lebih estetik, vas kecil membuat ikan nggak berkelahi karena hanya muat untuk satu ekor cupang. Tahu sendiri kan ikan cupang jantan bisa membunuh sesamanya dengan mudah.

Selain itu, ada yang bilang kalau vas kecil adalah rumah yang paling baik untuk cupang. Tapi benar nggak sih menempatkan cupang di dalam wadah kecil adalah ide bagus? Menurut Betta Care Fish Guide, memelihara cupang di dalam vas kecil nggak boleh lo.

Ada beberapa sebab mengapa nggak baik menaruh cupang di dalam vas kecil, di antaranya bahkan dapat menyebabkan kematian dini. Yuk simak penjelasannya!

Ukuran Vas Kecil Bikin Ikan Sedih

Ikan cupang memang kecil dan muat di dalam vas kecil. Tapi, di mana pun ia hidup, termasuk di alam liar, pasti ukuran “rumahnya” lebih besar dibanding vas biasa. Kalau kamu menaruhnya di dalam wadah sedang, ia kesulitan berenang dengan leluasa. Nggak ada cukup air untuk dijelajahi.

Hm, hidupnya jadi nggak asyik kan? Coba bayangkan kamu yang dikurung di ruangan kecil selama sisa usia. Pasti menyedihkan bukan?

Tanpa Filtrasi Bisa Sebabkan Kematian Dini

Banyaknya limbah yang dihasilkan ikan bisa membuat air penuh bakteri. Kalau air tempat ia hidup nggak disaring dengan benar, bisa dibilang cupang berenang di kotorannya sendiri. Cupang akan menghirup semua jenis racun dan hal ini bisa menyebabkan kematian dini. Duh!

Nggak hanya itu, kurangnya filtrasi juga akan mengurangi jumlah oksigen di dalam air. Ikan kesayanganmu ini pun bisa mati lemas. Banyak orang mengklaim bahwa dengan membersihkan air secara rutin dapat mencegah masalah ini terjadi. Tapi, kenyataannya nggak.

Kamu mungkin akan selalu membersihkan air dalam vas kecil berisi cupang itu. Tapi airnya akan selalu kotor dan ini akan membawa dampak buruk pada cupang.

Nggak Ada Pemanas Bikin Cupang Kedinginan

Cupang harus dipelihara pada suhu yang tepat. (Pixabay via kids Grid)

Karena berasal dari daerah beriklim hangat, ikan cupang butuh air yang relatif hangat. Pada dasarnya, tubuh ikan cupang didesain seperti ini. Kalau air tempat mereka berenang belum dihangatkan hingga suhu yang dibutuhkan, cupang bisa kedinginan. Kalau sudah begini, cupang bisa mati.

Kalaupun ikan yang kamu punya merupakan hasil penangkaran, nggak serta merta membuat tubuh mereka berevolusi. Akan tetap sulit untuk beradaptasi dengan suhu air di vas yang lebih dingin. Cupang tetap membutuhkan suhu tertentu untuk hidup.

Tidak. Ikan cupang yang dibesarkan di penangkaran tidak akan "berevolusi" dan mampu hidup air yang lebih dingin di dalam vas. Mereka mungkin telah dibesarkan di penangkaran, tetapi masih membutuhkan kehangatan tertentu pada air.

Area Permukaan Nggak Cukup

Sebagai informasi, ikan cupang bernapas sedikit berbeda dari ikan lainnya. Hal ini turut dipengaruhi cara mereka hidup di alam liar. Normalnya, ikan dapat memperoleh oksigen dari air.

Walaupun ikan cupang juga melakukan hal ini, umumnya nggak ada cukup oksigen di air yang biasanya mereka gunakan untuk berenang di alam liar. Sebab, biasanya air cenderung lebih dangkal dan padat. Jadi, cupang akan muncul ke permukaan air untuk mendapat oksigen dalam jumlah besar ke dalam sistemnya.

Jika cupang di dalam vas, kemungkinan nggak ada cukup air yang mengalir ke bagian atas vas untuk membantu bernapas. Sekali lagi, cupangmu bisa jadi mati lemas.

Ikan Cupang adalah Karnivora

Sebagian orang mungkin percaya jika cupang pemakan tumbuhan. Nyatanya, ikan cupang tergolong karnivora. Jika sampai cupang memakan banyak tumbuhan, akan timbul masalah. Cupang butuh protein hewani untuk sistemnya dan biasanya mangsa yang mereka buru ada di permukaan air.

Cupang suka memakan serangga yang ada di atas air. Jadi, kalau si cupang kamu letakkan di vas kecil, mereka susah berenang untuk mencari makan. Kamu mungkin akan berpikir untuk menjatuhkan mangsa seperti cacing dari mulut vas, tapi vas akan sesak dan mengotori air.

Jadi gimana, masih tetap kekeh meletakkan cupang di dalam vas kecil? (Kom/IB21/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: