BerandaKulinary
Sabtu, 22 Feb 2019 15:00

Paduan Arang dan Kopi Hasilkan Kopi Jos Khas Yogyakarta

Kopi Joss yang disajikan di Angkringan Kopi Jos Pak Hendrix, Yogyakarta. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Kopi dicampur arang? Ada kok, dan rasanya mantap! Simak ulasan berikut, yuk.

Inibaru.id – Kopi laiknya disajikan dengan tambahan gula dalam cangkir dengan tatakannya kepada pembeli. Kalau pun pengin yang lebih manis, kopi bisa dicampur dengan susu. Namun, kopi khas Yogyakarta ini justru disajikan dengan tambahan arang di dalam cangkir. Wah!

Bagi kamu warga Yogyakarta, pasti sangat familiar dengan kopi satu ini. Ya, kopi joss. Dijuluki jos karena kopi panas yang bertemu arang membara akan menghasilkan suara “jos”, Millens.

Kopi joss kali pertama diperkenalkan seorang lelaki asal Yogyakarta yang bernama Lek Man. Konon, kopi jos tercipta dari ketidaksengajaan, lo. Kala itu, Lek Man sedang berjaga malam. Dia merasa nggak enak badan, masuk angin, dan ngantuk. Dia kemudian membuat kopi dan ditambahkan arang. Hal ini dibeberkan salah satu pemilik angkringan kopi jos di Yogyakarta Hendriyanto.

Seorang pegawai di Angkringan Kopi Jos Pak Hendrix menuang air panas ke kopi. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

“Dia itu jaga, ngantuk sama masuk angin itu. Terus dia iseng bikin kopi di-joss. Lalu ada manfaatnya, ngantuk hilang terus kentat kentut, masuk anginnya hilang gitu,” ujar lelaki yang pernah bekerja dengan Lek Man ini.

Karena dianggap berkhasiat, Lek Man kemudian mengenalkan kopi buatannya ke masyarakat. Dia pun akhirnya membuka kedai kopi. Lantas, banyak pula orang yang mengikuti jejaknya untuk membuat kopi joss.

Baca juga: Angkringan Kopi Jos Pak Hendrix, Alternatif Makan Murah di Area Malioboro

Tempo hari, saya mencicipi kopi jos di angkringan yang dirintis Hendrik, sapaan akrab Hendriyanto. Sekilas, kopi jos tampak sama dengan kopi hitam biasa. Yang berbeda, tentu saja karena ada arangnya.

Kopi jos ini memadukan kopi hitam dengan tambahan gula dan air panas. Setelah itu, barulah arang yang masih membara dimasukkan ke dalam gelas. Arang yang dipakai adalah yang membara di semua sisi, lo.

Arang yang dipakai untuk kopi jos adalah arang yang masih membara. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Pertama, saya cukup bingung untuk meminum kopi jos ini. Kalau saya seruput, nanti terkena arangnya bisa berabe bibir ini, pikir saya. Ya sudah, saya akhirnya membiarkan kopi itu hingga arangnya nggak mongah-mongah atau membara.

Setelah arangnya “menghitam”, saya lantas meminum kopi itu. Soal rasa, sebenarnya kopi jos ini seperti kopi gula pada umumnya. Hanya saja, terasa lebih ringan, nggak terlalu pekat. Cocoklah untuk menemani ngobrol bersama teman.

Eits, meski kopi jos terkesan sangat sederhana, bahan-bahan yang digunakan nggak sembarangan, lo. Untuk kopi, Hendrik mengaku meraciknya secara khusus.

Kopi jos yang siap teguk. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

“Ini masuk ke arabika. Walau dicoba kopi sasetan apapun rasanya nggak sama, beda,” tegas Hendrik.

Selain itu, arang yang dipakai pun benar-benar dipilih. Selama ini, Hendrik hanya memakai arang yang terbuat dari kayu sambi atau kayu asem.

Baca juga: Beragam Manfaat dari Celupan Arang Membara ke Dalam Seduhan Kopi Joss

Oh iya, kopi jos ini juga dipercaya aman untuk lambung, Millens. Klaim itu cukup terbukti sih. Saat saya meminum kopi jos, lambung saya yang terkena maag nggak bereaksi. Setelah berjam-jam minum kopi itu pun, lambung saya tetap aman. Padahal, biasanya setelah minum kopi walau hanya seteguk saja, saya langsung gemetaran, lambung perih, dan nggak bisa tidur semalaman.

Hm, gimana, mau coba? (Ida Fitriyah/E05)

 

Angkringan Kopi Jos Pak Hendrix

Kategori: Street Food

Jam buka: 16.00–02.00 WIB

Harga makanan: Rp 3 ribu-Rp 3,5 ribu

Harga minuman: Rp 4 ribu-Rp 7 ribu

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: