BerandaHits
Rabu, 16 Apr 2019 11:30

Disneyland Mulai "Alergi" Plastik Sekali Pakai

Disneyland. (Wdwnt)

Demi mendukung kelestarian alam dan memberi contoh pada anak-anak yang datang berkunjung, Disneyland Paris melarang penggunaan sedotan plastik dan kantong plastik. Pihak pengelola tempat hiburan ini juga bakal mendaur ulang berbagai macam sampah.

Inibaru.id – Objek wisata terbesar di Eropa Disneyland Paris memutuskan untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai termasuk sedotan demi mendukung kelestarian alam. Sebagai informasi, tempat wisata yang dikunjungi 15 juta orang setiap tahunnya ini memproduksi 19 ton sampah per tahun.

Disneyland Paris telah berkomitmen untuk lebih ramah lingkungan. Manajer Lingkungan Disneyland Paris Nicole Ouimet-Herter menyebut sedotan plastik akan dilarang di lokasi wisata tersebut dan digantikan dengan sedotan kertas berjenis biodegradable. Namun, sedotan ini hanya akan diberi pada pengunjung yang meminta.

Disneyland juga dikabarkan bakal mendaur ulang separuh dari total sampah yang dihasilkan baik itu berupa kertas, gelas, dan 18 bahan-bahan lainnya seperti ditulis laman Kompas, Senin (15/4/2019).

Keputusan ini didasari oleh peraturan Parlemen Eropa yang dikeluarkan pada Maret 2019 yang melarang penggunaan beberapa produk berbahan plastik sekali pakai layaknya sedotan, cotton bud, hingga berbagai peralatan makan mulai 2021. Disneyland Paris pun meresponsnya dengan meminta toko-toko yang ada di dalam lokasi untuk nggak lagi memberikan kantong plastik. Hanya saja, Disneyland akan menawarkan pengunjung untuk membeli tas dari bahan plastik daur ulang dengan harga 1-2 Euro atau sekitar Rp32 ribu.

Mulai Juni 2019, beberapa hotel di lokasi Disneyland juga nggak akan menyediakan sabun atau sampo dengan wadah botol plastik berukuran kecil. Hotel ini akan memakai botol dengan ukuran lebih besar yang bisa diisi ulang.

Euro Disney, operator dari tempat wisata ini bahkan sudah berencana untuk memasang panel surya demi lebih banyak mendapatkan sumber energi terbarukan. Sebagai informasi, kini hanya 10 persen dari total penggunaan listrik di Disneyland Paris berasal dari energi terbarukan.

“Kami ingin melakukan tindakan nyata sekaligus memberikan contoh kepada anak-anak yang datang ke sini agar melestarikan alam,” ungkap Direktur Euro Disney, Mireille Smeets.

Wah, tindakan Disneyland Paris ini patut dicontoh ya, Millens. Apa nih sumbangsihmu untuk alam? (IB09/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP 2026

9 Okt 2026

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal hingga 2028

21 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: