Inibaru.id – Pernah terpikir nggak ada bangunan stasiun kereta api namun lokasinya justru jauh dari rel kereta? Hal inilah yang benar-benar terjadi pada bangunan Stasiun Kendal, Jawa Tengah. Bangunannya malah ada di tepi salah satu jalan utama dari kabupaten yang ada di Pantai Utara (Pantura) Jawa tersebut, tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta, Manggisan, Langenharjo, Kecamatan Kendal Kota.
Cerita tentang bangunan Stasiun Kendal ini bisa kita tilik sejak zaman penjajahan Belanda. Pada 2 Mei 1897, stasiun ini dibuka untuk melayani jalur kereta Kalibodri-Kendal-Kaliwungu yang dikelola oleh Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS). Meski pada 1 Januari 1914 dibangun jalur kereta langsung Kalibodri-Kaliwungu, stasiun ini tetap dipakai sebagai stasiun kereta utama di Kendal hingga 1980-an, Millens.
Selain melayani transportasi manusia, Stasiun Kendal dulunya dipakai sebagai transportasi pengangkut barang-barang niaga serta hasil pertanian di wilayah Kendal dan sekitarnya. Apalagi, kala itu pabrik gula Cepiring, Kaliwungu, Puguh, dan Gemuh juga sedang jaya-jayanya. Gula hasil produksi kedua pabrik tersebut tentu perlu didistribusikan dan kereta jadi salah satu moda yang dipakai untuk kebutuhan tersebut.
Sayangnya, pada 1930-an, krisis ekonomi malaise alias Great Depression besar-besaran yang melanda seluruh dunia ikut memengaruhi bangkrutnya pabrik-pabrik gula di Kendal tersebut. Hal ini juga ikut berdampak pada berkurangnya pengguna kereta yang melewati Stasiun Kendal. Kondisi ini terus memburuk hingga Nusantara dijajah Jepang dan Indonesia sedang berada di masa mempertahankan kemerdekaan.
Meski usai Indonesia merdeka pemerintah berkomitmen untuk terus mempertahankan Stasiun Kendal, nyatanya untuk efisiensi jarak dan waktu, kereta lebih mudah untuk memakai jalur Kalibodri-Kaliwungu secara langsung, bukannya berbelok ke Stasiun Kendal terlebih dahulu. Ditambah dengan adanya opsi transportasi umum lain, yaitu bus, jumlah pengguna Stasiun Kendal terus tergerus.
Baca Juga:
Sejarah Penamaan Stasiun Solo BalapanTahu bahwa mempertahankan Stasiun Kendal sebagai bagian dari jalur utama kereta sudah nggak lagi efektif, pemerintah pun akhirnya nggak lagi memakainya. Pada akhirnya, rel kereta di dekat stasiun nggak lagi terlihat, kalah pamor dari jalur utama Pantura. Kini, Stasiun Kendal bahkan berjarak sekitar 4-5 kilometer dari jalur rel kereta terdekat.
Sempat bakal dialihfungsikan sebagai kafe atau kompleks bisnis oleh PT KAI pada 2012, nyatanya hal tersebut urung dilakukan. Bahkan, setelah renovasi kecil dilakukan pada 2015, tetap saja bangunan Stasiun Kendal nggak terpakai hingga sekarang. Kini, kita hanya bisa melihat bangunan tersebut berdiri di pinggir jalan raya.
Yap, semoga saja bangunan Stasiun Kendal tetap terawat ya, Millens! Meski sekarang nggak terpakai, nyatanya bangunan ini kaya sejarah dan jadi salah satu tonggak awal jaringan kereta api di Pantura. (Arie Widodo/E10)