Lapangan Berkelas, Penopang Sepak Bola Semarang

Sepak bola Semarang nggak bergerak maju tanpa dukungan fasilitas. Nah, lapangan berkelas adalah salah satu penopang penting agar si kulit bundar terus berputar di Kota Lunpia.

Inibaru.id – Lapangan yang baik menjadi dukungan mutlak agar dunia sepak bola di Kota Semarang bisa terus bergerak. Tanpa fasilitas itu, sepak bola hanya akan berakhir di jalan, mungkin tanpa kesempatan unjuk gigi di kompetisi yang lebih tinggi.

Kota Semarang yang belakangan cukup disorot para pencinta sepak bola nasional lantaran telah menelurkan talenta seperti Pratama Arhan. Bek kanan asal PSIS Semarang itu dikontrak klub sepak bola asal Jepang, Tokyo Verdy.

Sebelumnya, kita juga mengenal nama Kurnia Sandy yang pernah merumput di Sampdoria (Italia) dan Supriyono di Helsingborgs (Swedia).

Semarang memang bukan Tulehu di Maluku yang sejak lama telah dikenal sebagai pendulang pemain bola terbaik di Indonesia. Namun, geliat itu bukannya nggak pernah ada, salah satunya terlihat dari munculnya banyak "bintang" baru di tengah pandemi Covid-19. 

Entah harus meruntuk atau justru bersyukur dengan pandemi yang membuat kompetisi sepak bola nasional dihentikan ini. Namun, mandeknya kompetisi rupanya justru memunculkan kompetisi antarkomunitas membuat banyak sosok pebola baru bersinar.

Nggak berhenti di situ, kompetisi yang menjamur di akar rumput itu juga berimbas pada terus terpenuhinya kuota klub-klub sepak bola di ibu kota Jawa Tengah ini. Lapangan sepak bola di Semarang yang semula lebih banyak jadi pajangan juga selalu full-booked, membuat biaya perawatan dan perbaikan bisa teratasi.

Di antara banyak stadion yang telah lebih dulu direnovasi, sejumlah lapangan di Semarang juga terlihat bersolek. Lapangan sepak bola ini agaknya bisa menjadi oase bagi dunia persepakbolaan di Kota Lunpia.

Lapangan Sepak Bola Terbaik di Semarang

1. Stadion Citarum

Merumput di Kota Semarang nggak akan lengkap tanpa membicarakan Stadion Citarum. Didirikan pada Februari 1985, kompleks lapangan yang berlokasi nggak jauh dari Sungai Citarum, Semarang Timur ini semula nggak pernah luput dari bencana banjir. Namun, lapangan ini banyak bersolek pada 2019.

Lapangan ditinggikan, drainase diperbaiki, rumput sintetis dipasang, dan lampu stadion dibuat lebih terang. Penanggung jawab cleaning dan management support Stadion Citarum Bambang Suryo mengatakan, mereka berupaya keras untuk bisa berstandar FIFA.

“Lapangan dan segala fasilitas yang menunjang sepak bola (sudah) dicek dan kami diberi izin FIFA untuk menjadikannya lapangan latihan PSIS dan PSIS Development,” dakunya sembari membersihkan lapangan, belum lama ini.

Sejak Stadion Jatidiri direnovasi, Citarum memang menjadi official home base PSIS Semarang. Hingga kini, lapangan tersebut juga menjadi tempat latihan PSIS Development (Akademi PSIS) dari Senin-Jumat mulai pukul 14.00 WIB.

Selain dipakai PSIS dan PSIS Development, Stadion Citarum juga disewakan untuk umum mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Harga sewanya berkisar antara Rp 1,5 juta sampai Rp 3,5 juta per dua jam.

2. Stadion Jatidiri

Lapangan lain di Semarang yang nggak kalah molek adalah Stadion Jatidiri, yang kepengelolaannya berada di bawah Provinsi Jawa Tengah. PSIS bebas menggunakan lapangan tersebut sebagai markas lantaran mereka merupakan bagian dari badan pengurus stadion. 

Pada 2016, Jatidiri mulai dipermak dan belum kelar hingga sekarang. Dari luar, stadion tersebut tampak megah. Namun, untuk menilik keindahan itu lebih lanjut, saat ini nggak sembarang orang diizinkan memasukinya. Hm, sayang sekali!

Perlu kamu tahu, Stadion Jatidiri mampu menampung 45 ribu penonton, yang digadang akan menjadi salah satu stadion terbesar di Indonesia. Seorang penjaga mengatakan, pengerjaan stadion kemungkinan tinggal finishing dan 2023 mendatang PSIS sudah bisa berlaga di ini.

3. Lapangan Prof Dirham Unnes

Lapangan Prof Dirham berlokasi di Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati. Direnovasi selama pandemi, lapangan yang diresmikan awal 2022 itu mengalami pembaruan jogging track dan rumput sintetis. Sayangnya, hingga saat ini lapangan tersebut belum bisa disewa masyarakat umum.

4. Lapangan SSB Terang Bangsa

Sekolah sepak bola (SSB) Terang Bangsa memiliki tiga lapangan sepak bola, ukuran kecil, menengah, dan besar. Selain merupakan penunjang utama latihan, ketiga lapangan tersebut juga bisa disewa untuk umum.

Bagian Administrasi SSB Terang Bangsa Kristiawan mengatakan, lapangan kecil (6 orang) dibanderol Rp 150 ribu per jam, sedangkan lapangan menengah (8 orang) Rp 400 ribu per jam. Sementara, lapangan besar yang berukuran standar sepak bola bisa disewa antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Oya, Pratama Arhan merupakan jebolan dari SSB ini, lo!

5. Lapangan Mardi Soenarto

Lebih dikenal sebagai Lapangan Telo Banyumanik, tempat ini merupakan training ground PSIS sejak 2019 lalu. Lapangan Telo dipilih karena selain kualitas lapangan yang baik, masyarakatnya juga dianggap sangat mendukung.

Jumar, petugas yang biasa merawat Lapangan Mardi Soenarto mengungkapkan, selain untuk latihan PSIS, tempat tersebut juga menjadi pusat latihan PSIS Development U-16, U-19, dan U20.

"Untuk menyewa, harganya sekitar Rp 350 ribu dalam satu bulan dan bisa dipakai empat kali," kata Jumar.

6. Lapangan Sidodadi

Lapangan yang masih dalam tahap renovasi ini belum sepenuhnya sempurna. Penggunaannya baru terbatas untuk SSB dan persewaan umum. Dian Putri, penanggung jawab lapangan mengatakan, rencana ke depan bakal ada penambahan tribun penonton. 

“Kalau mau menyewa juga bisa, mulai dari Rp 75 ribu sampai Rp 250 ribu saja,” terangnya.

Hm, menarik, bukan? Keberadaan lapangan sepak bola ini tentu menjadi berkah untuk kamu, para pencinta sepak bola. Lapangan berkelas ini semoga betul-betul mampu menjadi penopang sepak bola Semarang ya, Millens! (Kharisma Ghana Tawakal, Triawanda/E03)