Scoby, Starter Teh Kombuca, dan Tips Paling Aman Mengonsumsinya

Scoby, Starter Teh Kombuca, dan Tips Paling Aman Mengonsumsinya
Scoby, lapisan hidup untuk membuat kombuca. (Lovefood/Shutterstock/Artfully Photographer)

Scoby menjadi biang atau starter teh kombuca dipercaya mengandung mikroorganisme baik tubuh manusia. Namun demikian, sejumlah orang diyakini mengalami efek samping setelah meminumnya. Lalu, bagaimana tips aman mengonsumsinya?

Inibaru.id – Teh menjadi minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat di seluruh dunia, selain kopi dan air putih. Nggak hanya menyegarkan, teh juga dikenal bermanfaat bagi tubuh, terutama kombuca yang diyakini mengandung probiotik atau mikroorganisme yang baik untuk tubuh. 

Untuk kamu yang belum tahu kombuca, ia adalah teh "berjamur" yang bercita rasa asam dengan aroma yang begitu khas. Kombuca didapatkan dari fermentasi larutan teh dengan gula. Agar terfermentasi, teh manis itu membutuhkan symbiotic culture of bacteria and yeasts atau yang kerap disingkat scoby.

Scoby terbentuk dari teh bergula yang diberi bakteri Acetobacter xylinum dan beberapa ragi, antara lain, Saccharomyces cerevisiae, Zygosaccharomyces bailii, serta Candida sp. Teh akan mengalami fermentasi setelah sekitar tujuh hari pada suhu dingin antara 18–2 derajat Celsius.

Semakin dingin, scoby akan kian cepat terbentuk. Biasanya ia akan berada di permukaan teh, dengan warna putih kecoklatan bertekstur lembut dan kenyal. Untuk membuat kombuca, terdapat dua tahap fermentasi yang seluruhnya memakan waktu sekitar 8–12 hari.

Bukan Jamur, tapi Kumpulan Mikroorganisme

Mengenal teh kombuca. (Lovefood/Shutterstock/Stockcreations)
Mengenal teh kombuca. (Lovefood/Shutterstock/Stockcreations)

Masyarakat kerap salah kaprah dalam mendefinisikan kombuca sebagai teh jamur. Sejatinya, lapisan yang disebut jamur itu merupakan kumpulan mikroorganisme yang disebut scoby, berupa bakteri dan ragi yang membentuk struktur selulosa dan secara simbiotik mereka hidup bersama.

Dalam proses pembentukan scoby atau lapisan hidup ini, ragi memfermentasi nutrisi pada cairan tempat dia hidup, lalu menghasilkan alkohol. Kemudian, bakteri mengubahnya menjadi asam yang baik untuk kesehatan tubuh.

Kombuca mengandung  asam asetat, asam folat, asam amino esensial, vitamin B, vitamin C, serta alkohol. Dalam 400 mililiter teh kombucha, diperkirakan terdapat energi sebanyak 60 kalori. Sementara, vitamin B dan asam amino berguna untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

Lebih lanjut, kombucha yang mengandung probiotik tersebut juga dipercaya mampu membantu mengembalikan keseimbangan tubuh dan meningkatkan fungsi pencernaan. Oya, kendati mengandung alkohol, kadangnya yang nggak lebih dari 1 persen membuatnya aman dan nggak bikin mabuk.

Sisi Negatif Scoby Kombuca

Dua sisi kombucha. (Wiki Kombucha)
Dua sisi kombucha. (Wiki Kombucha)

Rutin meminum teh kombucha akan membawa dampak baik bagi kesehatan. Manfaat itu di antaranya menguatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah kanker, dan meningkatkan fungsi sistem pencernaan serta organ hati.

Orang dengan racun yang menumpuk di dalam tubuh diyakini akan luntur setelah mengkonsumsi kombucha karena kemampuan teh ini dalam detoxify cleansing . Namun, proses detoks ini bukannya tanpa efek samping.

Sejumlah efek samping yang mungkin timbul lantaran meminum kombuca adalah sakit perut, infeksi, hingga reaksi alergi. Pada pengidap HIV/AIDS, teh ini dapat membuat daya tahan tubuh menurun lantaran terinfeksi bakteri.

Pada 1995, Center for Disease Control menyatakan, kombuca menyebabkan asidosis metabolik akibat darah yang mengandung terlalu banyak asam. Maka, nggak semua orang boleh mengonsumsi teh probiotik ini ya!

Yang Harus Berhati-hati

Kombuca, minuman kaya manfaat dengan sejumlah catatan. (Jovee)
Kombuca, minuman kaya manfaat dengan sejumlah catatan. (Jovee)

Untuk kamu yang belum pernah meminum kombuca, ada baiknya kamu mencobanya sedikit dulu. Biarkan lidah dan tubuhmu membiasakan diri. Bahkan, kalau kamu punya riwayat kesehatan yang buruk atau sedang nggak enak badan, minumlah dengan takaran yang jauh lebih kecil.

Terus, kombuca juga nggak disarankan untuk dikonsumsi orang-orang ini:

1. Penderita Penyakit Dalam

Dalam detoxify cleansing, kombuca mengikat racun di dalam tubuh untuk dibuang bersama feses. Namun, lantaran sebelumnya racun melalui hati, kamu yang menderita penyakit hati yang cukup parah sebaiknya nggak mengonsumsi kombuca karena bisa memperparah kondisimu.

Penderita diabetes juga sebaiknya hanya minum kombucha dengan kadar gula rendah dan takaran yang terukur. Yap, kendati gula pada teh ini telah diubah menjadi fruktosa dan komponen lain, kadarnya masih cukup besar. Solusinya, kurangi takaran dan perpanjanglah masa fermentasinya.

2. Balita dan Anak-Anak

Balita sebaiknya nggak mengonsumsi kombuca karena tingkat keasamannya cukup kuat. Takutnya, tubuh anak nggak kuat menerima minuman tersebut yang justru berakibat fatal, misalnya justru mengganggu sistem imun tubuh mereka.

Sementara, untuk anak di atas enam tahun, meminum kombuca tanpa campuran apa pun juga nggak disarankan. Kamu bisa menambahkan air, es batu, atau jus buah dalam menyajikan kombuca untuk anak.

3. Ibu Hamil dan Menyusui

Apa yang dikonsumsi ibu hamil akan dikonsumsi bayi dalam kandungan atau anak yang disusui. Nah, mengonsumsi kombuca saat sedang hamil atau menyusui ditakutkan bakal merusak sistem kekebalan dan perkembangan bayi dalam kandungan atau susuan.

Ragam Cara Menikmati Kombuca

Gimana cara menikmati teh kombucha? (Nusa Daily)
Gimana cara menikmati teh kombucha? (Nusa Daily)

Kamu bisa menikmati the kombuca laiknya menikmati jus buah kesuakaanmu. Teh Kombuca bisa diminum langsung, ditambah perisa, atau dijadikan bahan tambahan makanan dan minuman lainnya, tentu saja dengan dosis yang tepat.

Untuk menikmatinya, kamu perlu melakukan fermentasi pertama sesuai petunjuk. Proses fermentasi ini berlangsung antara 7-14 hari. Kemudian, pisahkan induk kombuca dari larutan teh. Larutan teh hasil panen ini kemudian disaring dan siap dikonsumsi.

Teh kombuca yang baru dipanen memiliki rasa yang sangat kuat. Kamu bisa menikmatinya langsung atau didinginkan dulu di kulkas agar lebih segar. Namun, kalau pengin menikmati rasa yang agak ringan, kamu bisa menambahkan es batu.

Terus, kalau pengin menikmati rasa lain, kamu juga bisa menambahkan potongan buah atau rempah pada fermentasi kedua. Cara ini akan membuat kombuca yang kamu konsumsi memiliki cita rasa dan aroma yang lebih kaya.

Tertarik mencoba teh bejamur, eh, teh ber-scoby ini, Millens? (Hel/IB27/E03)