Salah Cetak Surat Al-Kahfi, Pengawasan Produksi Al-Qur’an Perlu Ditingkatkan

Salah Cetak Surat Al-Kahfi, Pengawasan
Produksi Al-Qur’an Perlu Ditingkatkan
Ilustrasi: Kesalahan penulisan Al-Qur'an meski hanya satu huruf akan mengubah maknanya. (Reproaktual)

Terjadi kesalahan cetak pada penulisan Al-Qur'an Surat Al-Kahfi ayat 8. Meski hanya satu huruf, kekeliruan ini menjadi tanda bahwa pengawasan produksi Al-Qur'an perlu ditingkatkan. 

Inibaru.id - Penulisan dan pencetakan Al-Qur’an nggak boleh ada yang salah. Satu huruf saja salah, maka bakal mempengaruhi makna ayat-ayat suci itu. Namun, kadang dalam proses produksi Al-Qur’an ada human eror atau faktor keteledoran manusia.

Kesalahan cetak pada Al-Qur’an beberapa kali terjadi. Yang paling baru adalah kesalahan pada lembar Surat Al Kahfi ayat 8. Tertulis kata “lajaa’iluuna” yang seharusnya “lajaahiluuna”. Koreksi ini dinyatakan seorang netizen melalui cuitannya di Twitter. Sebenarnya, informasi soal kesalahan ini sudah beredar pada April 2022.

Ilustrasi: Pemerintah sudah melakukan penarikan Al-Qur'an yang terjadi kesalahan cetak.  (Stockphoto/Dragana991)
Ilustrasi: Pemerintah sudah melakukan penarikan Al-Qur'an yang terjadi kesalahan cetak.  (Stockphoto/Dragana991)

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menyampaikan bahwa Al-Qur’an yang salah cetak tersebut adalah pesanan Badan Wakaf Al-Qur’an kepada penerbit Mulia Abadi Bekasi. Mushaf Al-Qur’an itu nggak melalui proses pentashihan di LPMQ.

Adapun Surat Tanda Tashih yang tercantum dalam mushaf tersebut adalah Surat Tanda Tashih untuk Mushaf Ar-Rahman milik penerbit Mulia Abadi Bekasi," demikian siaran pers LPMQ Kemenag yang dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (5/10).

Kepala LPMQ Muchlis M Hanafi mengungkapkan bahwa lembaganya telah menyampaikan teguran dan peringatan serta perintah untuk melakukan penarikan dan melarang mushaf itu untuk diedarkan. Sikap tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 44 Tahun 2016 tentang Penerbitan, Pentashihan, dan Peredaran Mushaf Al-Qur’an.

Bagaimana Tahapan Lajnah Al-Qur’an?

Ilustrasi: Sebelum memasuki proses cetak, LPMQ memastikan nggak ada kekeliruan dalam penulisan Al-Qur'an. (Dzbreaking)
Ilustrasi: Sebelum memasuki proses cetak, LPMQ memastikan nggak ada kekeliruan dalam penulisan Al-Qur'an. (Dzbreaking)

Kesalahan cetak pada Al-Qur’an biasanya terjadi karena kurangnya quality control dari penerbit terutama pada proses cetak. Dalam wawacaranya dengan Ketua LPMQ Kementerian Agama Muchlis M Hanafi, Republika (4/6/2017) mengungkapkan tahapan pencetakan Al-Qur’an.

Menurut Muchlis, kewenangannya hanya sampai memeriksa naskah master yang akan dicetak. Jadi, sebelum cetak, penerbit membawa naskah master ke lajnah. Lalu lajnah akan memeriksa naskah dan memastikan nggak ada yang keliru.

Jika ada yang keliru akan segera diperbaiki. Setelah yakin nggak ada kesalahan, maka lajnah mengeluarkan tanda tashih yang kemudian dilanjutkan ke tahap pencetakan. Nah, biasanya pada proses pencetakan inilah rawan terjadi kesalahan.

“Tenaga kami terbatas, sementara yang dicetak per tahun angkanya besar sekali. Bisa 7 juta sampai 8 juta. Ketika di percetakan, penerbit mestinya bertanggung jawab dengan menaruh orang di situ, mengontrol satu per satu. Ini yang kadang nggak diindahkan oleh penerbit,” terangnya.

Hm, untuk kasus salah cetak pasa Surat Al Kahfi ini bisa saja juga karena kurangnya quality control ya, Millens? Semoga mulai saat ini, setiap penerbit Al-Qur’an mengindahkan dan menjalankan prosedur yang sudah ditetapkan oleh LPMQ. (Siti Khatijah/E07)