Nggak Bisa Tembus Banjir, Kok Disebut Motor Bebek?

Nggak Bisa Tembus Banjir, Kok Disebut Motor Bebek?
Sepeda motor bebek cukup populer di Indonesia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Di Indonesia, ada kategori sepeda motor yang dikenal dengan motor bebek. Meski namanya begitu, tetap bakal mogok kalau menerjang banjir. Jadi apa sih alasannya disebut sepeda motor bebek?

Inibaru.id – Di Indonesia, pamor sepeda motor bebek mulai dikalahkan oleh sepeda motor matic. Meski begitu, sebenarnya, kalau dibahas secara bentuk, kebanyakan sepeda motor matic juga bisa disebut motor bebek, lo. Kok, bisa?

Kamu tahu nggak sebenarnya apa sih sebutan resmi untuk sepeda motor bebek? Yap, sebutannya sebenarnya adalah sepeda motor dengan kategori underbone. Hal ini merujuk pada adanya rangka penyambung antara setang dan jok yang nggak diberi tangki bensin sehingga membuatnya seperti memiliki ruang kosong.

Sepeda motor bebek seringkali dianggap sebagai sepeda motor untuk kaum perempuan karena adanya ruang kosong di antara setang dan jok memudahkan kaum hawa untuk berkendara meskipun memakai rok panjang. Karena alasan ini pulalah, banyak sepeda motor dengan tangki bensin di belakang setang dianggap sepeda motor laki-laki. Maklum, sepeda motor jenis ini sulit dipakai kaum hawa yang memakai rok panjang.

Sepeda motor bebek ini bukan berarti lebih mampu bertahan kalau menerjang banjir, ya Millens. Kalau banjirnya besar dan kamu tetap memaksa berkendara melaluinya, tetap saja bakal bikin sepeda motormu mogok. Sebutan motor bebek ini sebenarnya lebih ke bentuknya. Perhatikan lagi deh, seperti bebek dari samping, bukan?

Bagian setang lampu utama bisa dianggap mirip seperti kepala bebek. Sementara bagian tempat meletakkan pelat motor depan mirip dengan dada bebek. Sudah kerasa kan seperti apa kemiripannya?

Kini pamor sepeda motor bebek konvensional mulai tergusur sepeda motor matic. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Kini pamor sepeda motor bebek konvensional mulai tergusur sepeda motor matic. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Hal ini diungkap oleh Ketua Bidang Road Safety & Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Victor Assani.

“Iya, sepengetahuan saya sih lebih karena bentuknya yang seperti bebek. Lebih khusus lagi sejak awal kemunculannya sekitar tahun 60-an yang bentuk leher dan sayapnya seperti bebek,” ungkap Victor.

Menariknya, penyebutan sepeda motor bebek bisa jadi lebih lama dari yang kita kira. Meski populer pada dekade 90-an dan awal 2000-an, sebutan ini diperkirakan sudah muncul saat Honda Super Cup masuke Tanah Air pada 1960-an. Apalagi, usai Honda Super Cup, muncul lagi sepeda motor C50 yang bentuknya bahkan semakin mirip dengan bebek karena adanya lampu sein di bagian tameng depan.

Sebutan ini muncul gara-gara sepeda motor underbone belum pernah ada di Indonesia. Kebanyakan adalah sepeda motor ‘laki-laki’ yang mirip sepeda motor sport gitu, Millens.

Selain itu, orang Indonesia memang gemar menyamakan kendaraan dengan bentuk lain seperti VW Kodok yang kalau di Eropa malah lebih dianalogikan seperti kumbang, Toyota Yaris Lele, atau yang belakangan populer adalah sepeda motor ayam jago untuk Suzuki Satria 150.

Kalau kamu, masih punya sepeda motor bebek di rumah, nggak, nih, Millens? (Kum/IB09/E05)