inibaru indonesia logo
Beranda
Kulinary
Mengenal Turuk Bintul, Camilan Khas Jepara dengan Nama Jorok
Jumat, 19 Mei 2023 12:20
Penulis:
Arie Widodo
Arie Widodo
Bagikan:
Turuk bintul, camilan khas Jepara. (Twitter @dik_andreas)

Turuk bintul, camilan khas Jepara. (Twitter @dik_andreas)

Namanya cukup jorok karena berarti bentolan pada kemaluan perempuan. Tapi, turuk bintul punya rasa yang enak. Camilan khas Jepara ini pun selalu diburu penggemar wisata kuliner.

Inibaru.id – Kalau kamu sedang mampir di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, jangan lupa mencicipi penganan khas wilayah tersebut. Salah satu yang punya nama dan rasa yang unik adalah turuk bintul. Yap, kamu nggak salah baca. Kalau kamu paham Bahasa Jawa, pasti ngeh kalau arti dari nama camilan ini cukup jorok karena berarti bentolan pada kemaluan perempuan.

Tapi, kita nggak akan membahas mengapa namanya seperti itu di sini karena nyatanya penganan tradisional ini masih populer di Kota Ukir. Soalnya, rasa camilan yang terbuat dari ketan dan kacang tolo ini cukup nikmat. Sensasi gurih dan kenyal bakal sangat terasa begitu kamu mencicipinya pada gigitan pertama.

Salah satu tempat kamu masih bisa mendapatkan turuk bintul adalah Pasar Welahan. Kalau kamu kebetulan sedang ada di pasar tersebut, nggak bakal sulit mencari penjualnya. Salah satunya adalah Suyati, perempuan berusia 60 tahun yang sudah menjual turuk bintul selama hampir empat dekade.

“Kalau soal nama saya nggak begitu tahu. Orang tua saya dulu juga menyebutnya seperti itu. Warga sekitar juga tahunya namanya seperti itu,” ucap perempuan asal Desa Kedungsari, Kecamatan Welahan sebagaimana dikutip dari Detikfood, Sabtu (29/5/2021).

Turuk bintul bisa ditemui di pasar-pasar tradisional. (YouTube/RM Bu Tiwi Tan Tlogo)
Turuk bintul bisa ditemui di pasar-pasar tradisional. (YouTube/RM Bu Tiwi Tan Tlogo)

Suyati menyebut setiap porsi turuk bintul dengan bentuk lonjong yang dia buat sendiri dihargai Rp2 ribu. Karena jajanan ini selalu diburu pembeli, dia pun mampu menghabiskan 3 sampai 4 kilogram ketan setiap hari.

“Saya membuatnya sendiri. Caranya, beras ketan dan kacang tolo direndam air dingin selama beberapa jam. Sembari menunggu, saya merebus santan sampai mendidih. Ketan yang sudah dicampur kacang tolo lalu dimasukkan ke santan dan dikukus sekitar 1 jam. Diberi tambahan parutan kelapa dan garam juga,” ceritanya.

Penjual lainnya, Eva, menyebut turuk bintul nggak hanya diburu di pasar tradisional. Camilan ini juga selalu diburu saat ada gelaran hajatan.

“Soalnya rasanya unik, kombinasi asin dan gurih. Yang bikin gurih itu ada parutan kelapanya itu. Di sini, kalau ada hajatan, turuk bintul nggak akan ketinggalan,” ucapnya sebagaimana dilansir dari Gempurnews, (22/2/2022).

Jadi, sudah tahu kan apa yang perlu kamu cari kalau lagi di Jepara dan pengin melakukan wisata kuliner? Yap, beli saja turuk bintul dan rasakan kenikmatan dari jajanan tradisional ini. (Arie Widodo/E10)

Komentar

inibaru indonesia logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Social Media

A Group Partner of:

medcom.idmetrotvnews.commediaindonesia.comlampost.co
Copyright © 2024 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved