BerandaTradisinesia
Senin, 14 Nov 2022 11:09

SMP Negeri di Kudus yang Miliki Gedung Peninggalan Belanda

SMP Negeri di Kudus yang Miliki Gedung Peninggalan Belanda

Salah satu ciri khas bangunan peninggalan Belanda adalah jendela dan pintunya berdaun ganda serta plafon kayu yang tinggi. (Smp1kudus)

Belanda meninggalkan banyak warisan bangunan di Kota Kudus. Beberapa di antaranya masih berdiri dan digunakan oleh sejumlah SMP negeri. Apa saja ya sekolah-sekolah tersebut?

Inibaru.id - Di Kudus, ada tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri yang menempati bangunan peninggalan kolonial Belanda. Gedung dengan arsitektur khas Belanda itu masih kokoh berdiri dan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sekolah itu adalah SMP 1 Kudus, SMP 2 Kudus, dan SMP 3 Kudus.

Memang, nggak 100 persen gedung yang ada di sekolah-sekolah itu merupakan bangunan kuno, Millens. Hanya beberapa kelas dan ruang tertentu yang menjadi warisan penjajahan dan patut dijaga kelestariannya.

Melansir dari Murianews, Sabtu (12/11/20202), berdasarkan buku Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kabupaten Kudus, inilah cerita singkat gedung-gedung sekolah peninggalaan Belanda itu.

1. SMP 1 Kudus

Sebagian gedung SMP 1 Kudus telah ditetapkan menjadi cagar budaya. (Arika Khoiriya/Radar Kudus)
Sebagian gedung SMP 1 Kudus telah ditetapkan menjadi cagar budaya. (Arika Khoiriya/Radar Kudus)

Gedung SMP 1 Kudus terletak di Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kudus. Sekolah ini berdiri di atas tanah seluas 5.700 meter persegi dengan bangunan seluas 3.048 meter persegi.

Sekolah yang dibangun pada 1951 itu dulu dikenal dengan nama Hollandsch-Chineesse School (HCS). Sebutan itu disematkan karena dulunya sekolah tersebut dipakai untuk belajar oleh anak-anak Tionghoa dan keturunan Belanda.

Bangunan peninggalan Belanda yang resmi menjadi cagar budaya pada April 2022 lalu itu meliputi ruang bangsal atau aula, sebagian kelas VIII dan kelas IX.

“Bangunan sekolah yang masih asli terdapat di sisi selatan, membujur arah timur dan barat. Ciri khas bangunan kolonial itu terdapat pada bentuk jendela dan pintu yang berdaun ganda dengan plafon kayu yang tinggi. Bangsal pertemuannya beratap limas dengan konstruksi kayu,” demikian penjelasan dalam buku Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kabupaten Kudus.

Karena telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, pihak sekolah harus merawat bangunan itu sesuai ketentuan.

“Jika ingin melakukan perbaikan sedikit saja, pihak sekolah harus izin terlebih dahulu kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus. Karena pada dasarnya bangunan cagar budaya tidak boleh sama sekali diubah bentuk dan warnanya,” terang Waka Pengembangan SMP 1 Kudus Hasan Sunarto, dilansir dari Radarkudus, Rabu (6/7).

2. SMP 2 Kudus

SMP 2 Kudus dulunya adalah Sekolah Rakyat atau Sekolah Angka Loro. (Beritamoeria/Sup)
SMP 2 Kudus dulunya adalah Sekolah Rakyat atau Sekolah Angka Loro. (Beritamoeria/Sup)

Gedung SMP 2 Kudus terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Nganguk, Kecamatan Kota, Kudus. Luas lahan SMP ini adalah 3.400 meter persegi dengan luas bangunan 1.970 meter persegi.

Dijelaskan di buku tersebut, SMP 2 Kudus dahulunya merupakan SR VII (Sekolah Rakyat) atau disebut juga Sekolah Angka Loro yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Pada saat Belanda menjadi penguasa di Pabrik Gula (PG) Rendeng, anak-anak orang Belanda bersekolah di bangunan yang sekarang menjadi SMP 2 Kudus. Bahkan, sekolah yang juga resmi menjadi cagar budaya ini dulu dikenal sebagai tempat sekolah bagi sinyo-sinyo dari anak sinder-sinder PG Rendeng.

"Bangunan yang masih asli membujur dari timur ke barat. Bentuk jendela dan pintu terlihat besar-besar dan berdaun ganda yang terbuat dari kayu jati kuno," terang buku tersebut.

3. SMP 3 Kudus

SMP 3 Kudus memiliki bangsal warisan kolonial Belanda yang berbentuk limas dengan konstruksi kayu. (Annibuku)
SMP 3 Kudus memiliki bangsal warisan kolonial Belanda yang berbentuk limas dengan konstruksi kayu. (Annibuku)

SMP 3 Kudus terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kudus. Sekolah ini memiliki luas tanah 7.110 meter persegi dan luas bangunan 2.736,79 meter persegi.

Gedung sekolah ini dibangun dari batu bata merah, batu, dan kayu jati. Ciri bangunan kolonial di SMP ini terlihat dari bentuk jendela dan pintu berukuran besar serta berdaun ganda dengan plafon kayu yang tinggi. Seperti di SMP 1 Kudus, bangsal di SMP 3 Kudus yang ada di belakang gedung utama berbentuk limas dengan konstruksi kayu.

"Dahulu SMP 3 Kudus digunakan sebagai HIS dan berubah menjadi SGB 1. Selanjutnya menjadi SGA dan berubah menjadi SPG. Sore hari dipergunakan untuk KGA selanjutnya menjadi KPG," ungkap buku itu.

Itulah ketiga SMP negeri di Kudus yang memiliki gedung warisan dari masa kependudukan Belanda di Indonesia, khususnya di Kota Kudus. Beruntung banget ya siswa-siswa yang setiap hari duduk di kelas berarsitetur Belanda. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media
A Group Member of:
medcom.idmetro tv newsmedia indonesialampost

Copyright © 2023 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved