Menyogok Dewa Dapur dengan Kue Keranjang

Menyogok Dewa Dapur dengan Kue Keranjang
Kue keranjang pasti bisa ditemukan di perayaan Tahun Baru Imlek. (Antara/Nugroho Gumay)

Setiap kali Tahun Baru Imlek dirayakan, pasti kamu bisa melihat kue keranjang. Nah, kamu tahu nggak alasan mengapa kue keranjang ini dibuat adalah demi menyogok Dewa Dapur, lo. Buat apa?

Inibaru.id – Tak terasa, Hari Raya Imlek pada 2022 ini bakal segera tiba. Yap, seperti di tahun-tahun sebelumnya, Imlek biasanya bakal dirayakan di tengah dinginnya musim hujan. Nah, di balik suhu dingin ini, perayaan Imlek bakal dihangatkan dengan adanya kue keranjang.

Selain dikenal dengan sebutan kue keranjang, kamu juga bisa menyebut penganan khas Tionghoa ini sebagai Nian Gao. Realitanya, penganan ini memang nggak boleh absen setiap kali Tahun Baru China dirayakan.

Eh, kamu tahu nggak kalau awalnya kue keranjang ini dibuat sebagai ‘sogokan’? Yap, sogokan ini sih nggak seperti suap kepada orang-orang yang berkuasa, ya Millens, melainkan ke Dewa Dapur yang kabarnya pasti bisa ditemukan di dapur-dapur setiap rumah.

Memang, siapa sih Dewa Dapur ini? kalau menurut cerita rakyat Tionghoa, dewa ini bakal memberikan laporan kepada Kaisar Giok tentang aktivitas orang-orang yang ada di rumah setiap menjelang Tahun Baru Imlek. Nah, biar laporannya bagus sehingga orang yang tinggal di rumah diberi rahmat berupa nasib baik, maka dibuatlah kue keranjang ini sebagai ‘sogokan’ kepada Dewa Dapur.

Meski begitu, ada catatan lain yang menyebut kue keranjang ini sudah dibuat sekitar 2000 tahun yang lalu. Hal ini disebabkan oleh Kalender Tiongkok yang dibuat pada masa Dinasti Zhou yang berkuasa pada abad ke-11 SM sampai 256 M. Intinya sih, sejak orang Tiongkok mengenal konsep tahun, sejak saat itu pula persembahan kue keranjang dan makanan-makanan lain diberikan ke dewa-dewa dan leluhurnya.

Kue keranjang sempat beralih fungsi jadi penganan Festival Musim Semi. (Medcom.id)
Kue keranjang sempat beralih fungsi jadi penganan Festival Musim Semi. (Medcom.id)

Menariknya, Nian Gao ini sempat berubah fungsi jadi penganan Festival Musim Semi pada saat Dinasti Tang berkuasa pada (618-907 M). Sementara itu, pada masa pemerintahan Dinasti Qing, kue keranjang bisa disantap sepanjang tahun sebagai camilan biasa masyarakat. Meski begitu, setiap kali ada Festival Musim Semi, kue ini pasti bakal disajikan.

Satu hal yang pasti, kue keranjang ini bisa dianggap sebagai simbol kemakmuran. Dari namanya saja, Nian Gao bisa diartikan sebagai kemajuan dari satu tahun ke tahun berikutnya. Jadi, intinya sih adanya kue ini dianggap bisa membuat siapa saja mengalami perbaikan kondisi dalam hal ekonomi, pendidikan, keluarga, keberuntungan, dan lain-lain.

Omong-omong, kamu sudah pernah mencicipi lezatnya kue keranjang nggak, nih, Millens? (Cnb/IB09/E05)