inibaru indonesia logo
Beranda
Hits
Tiga Penyebab Banjir Rob di Pantura; Salah Satunya Pemakaian Air Tanah
Selasa, 9 Jul 2024 13:47
Bagikan:
Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno mengatakan, ada tiga hal yang menyebabkan banjir rob di wilayah Demak, Pekalongan, dan Kota Semarang. (Istimewa) 

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno mengatakan, ada tiga hal yang menyebabkan banjir rob di wilayah Demak, Pekalongan, dan Kota Semarang. (Istimewa)

Pemprov Jateng menyebutkan ada tiga penyebab banjir rob di Pantura, yang salah satunya adalah pemakaian air tanah untuk industri di kawasan pesisir.

Inibaru.id - Lebih dari dua dekade masyarakat pesisir utara Jawa diliputi rasa cemas lantaran harus bergelut dengan banjir rob yang kian hari semakin meninggi. Berkaitan dengan hal ini, Pemprov Jawa Tengah mengungkapkan, ada tiga hal yang menjadi penyebabnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno mengungkapkan, pemicu pertama banjir rob di kawasan pesisir Demak, Pekalongan, dan Kota Semarang adalah karena penurunan permukaan tanah (land subsidance) dan alih fungsi lahan di hulu yang mengabaikan kelestarian lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan Sumarno seusai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung Berlian DPRD Jateng, Senin (8/7/2024). Selain penurunan permukaan tanah, faktor pemicu kedua adalah kondisi-kondisi di daerah atas yang berkaitan dengan kelestarian hutan.

"Yang ketiga, karena penggunaan air tanah yang masif untuk kebutuhan industri di wilayah pesisir utara," serunya.

Menyediakan Air Baku

Ilustrasi: Penggunaan air tanah untuk industri akan diganti dengan air baku. (PUPR)
Ilustrasi: Penggunaan air tanah untuk industri akan diganti dengan air baku. (PUPR)

Berkaitan dengan penggunaan air tanah yang masif di kalangan industri, Sumarno mengatakan akan mengupayakan untuk menggantinya dengan air baku. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyediakan air baku sebagai subtitusi air tanah tersebut.

Selain itu, Pemprov Jateng saat ini juga tengah menjajaki bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang tengah melakukan penelitian terkait kemungkinan menjadikan air laut sebagai pengganti air tanah untuk memenuhi aktivitas industri di kawasan pantura.

"Kami berdiskusi dengan Undip, Undip juga ada kerja sama dengan Australia ada pembuatan mesin penjernih air laut untuk menjadi air bersih. Nanti, bersama teman-teman di kabupaten dan kota, kami akan menaati masalah tata ruang di pantura ini," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sumarno juga mengaku mendukung langkah pemerintah pusat yang tengah membangun tanggul laut raksasa (giant sea wall) sebagai upaya penanganan banjir rob di pesisir utara Jateng.

"Secara program, kalau (pemerintah) pusat menggagas lagi giant sea wall, akan kami dilakukan. Namun, upaya kami adalah menjaga kondisi lingkungan, karena pantura ini bebannya berat," tandasnya. (Danny Adriadhi/E03)

Komentar

inibaru indonesia logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Social Media

Copyright © 2024 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved