Inibaru.id - Fenomena brain rot atau penurunan kemampuan kognitif akibat terlalu banyak terpapar aktivitas pasif, seperti menonton layar dalam waktu lama, menjadi perhatian banyak orang tua. Dalam era digital, di mana gadget dan media elektronik mendominasi keseharian anak-anak, penting untuk mencari solusi agar perkembangan otak mereka tetap optimal.
Salah satu cara efektif yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak anak aktif dalam kegiatan fisik.
Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Kesehatan Otak
Aktivitas fisik terbukti memiliki banyak manfaat, termasuk bagi perkembangan otak anak. Ketika anak bergerak, aliran darah ke otak meningkat, membawa oksigen dan nutrisi yang diperlukan untuk mendukung fungsi otak.
Aktivitas fisik juga merangsang produksi hormon endorfin, yang membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Hal ini penting untuk menciptakan kondisi mental yang optimal bagi pembelajaran dan kreativitas.
Studi juga menunjukkan bahwa anak-anak yang rutin bergerak lebih memiliki kemampuan konsentrasi yang baik, daya ingat yang lebih kuat, serta keterampilan pemecahan masalah yang lebih tajam. Dengan demikian, aktivitas fisik menjadi penyeimbang ideal dari paparan teknologi yang sering membuat otak pasif.
Jenis Kegiatan Fisik yang Bisa Dilakukan
1. Bermain di Luar Ruangan
Ajak anak bermain di taman atau halaman rumah, seperti berlari, bermain bola, atau melompat tali. Selain menyenangkan, kegiatan ini juga melatih koordinasi motorik.
2. Olahraga Rutin
Daftarkan anak pada klub olahraga seperti renang, sepak bola, atau bela diri. Selain melatih fisik, olahraga juga mengajarkan disiplin dan kerja sama tim.
3. Kegiatan Kreatif yang Melibatkan Gerakan
Menari atau mengikuti kelas tari dapat menjadi pilihan yang menyenangkan untuk menjaga anak tetap aktif.
4. Aktivitas Harian yang Melibatkan Gerakan
Libatkan anak dalam kegiatan sehari-hari seperti berkebun, berjalan kaki, atau membantu pekerjaan rumah tangga ringan.
Lantaran dampak brain rot sangat merugikan, sebagai orang tua harus tegas membatasi screentime anak dan pastikan ada jadwal untuk bermain aktif setiap hari.
Luangkan waktu untuk bermain atau berolahraga bersama mereka karena anak cenderung mengikuti contoh orang tua.
Selain itu, pilih mainan yang mendukung aktivitas fisik seperti bola, sepeda, atau hulahop. Meski begitu, mencegah brain rot pada anak bukan hanya tentang mengurangi waktu layar, tetapi juga menggantinya dengan aktivitas yang bermanfaat.
Dengan mengarahkan anak untuk lebih aktif secara fisik, orang tua membantu mereka menjaga kesehatan otak sekaligus mengembangkan kemampuan motorik, sosial, dan emosional. Mari jadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup keluarga untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan optimal, baik secara fisik maupun mental. (Siti Zumrokhatun/E05)