BerandaHits
Jumat, 6 Mar 2026 17:01

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

Penyumbang oksigen terbesar ternyata laut. (Freepik)

Banyak yang salah kaprah mengira hutan adalah satu-satunya penyumbang oksigen terbesar. Padahal, "pabrik" napas kita yang utama ada di samudera lewat tangan dingin fitoplankton. Tapi pertanyaannya, kalau oksigen aman dari laut, kenapa dunia masih kebakaran jenggot soal deforestasi?

Inibaru.id - Selama ini kita sering dengar kalau hutan adalah "paru-paru dunia". Nggak salah sih, tapi kalau mau jujur-jujuran secara angka, juara bertahan penghasil oksigen di bumi itu sebenarnya bukan pohon di darat, melainkan Fitoplankton di laut!

Nah, kalau laut sudah nyumbang sekitar 50% sampai 80% oksigen buat kita napas, kenapa dunia masih "berisik" banget kalau ada hutan yang dibabat? Bukannya kita nggak bakal kekurangan oksigen selama laut masih ada?

Eits, tunggu dulu. Masalahnya nggak sesederhana itu, Gez!

Bumi Lagi Kelebihan Beban Karbon

Bumi terlalu penuh dengan karbon  dioksida sehingga butuh hutan. (USA Today)
Bumi terlalu penuh dengan karbon dioksida sehingga butuh hutan. (USA Today)

Masalah utama bumi saat ini sebenarnya bukan karena kita kekurangan oksigen, tapi karena kita kelebihan karbon dioksida (CO2) di atmosfer. Di sinilah peran krusial hutan muncul.

Hutan, terutama lahan gambut, itu ibarat "brankas raksasa" yang mengunci karbon dalam jangka waktu yang sangat lama. Bisa saja puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun tersimpan. Saat hutan ditebang atau dibakar, karbon yang sudah disimpan rapi itu mendadak lepas ke udara. Hasilnya? Pemanasan global makin jadi-jadi!

Efek Domino saat Darat 'Menyakiti' Laut

Jangan dikira masalah di darat nggak bakal nyampai ke air. Pemanasan global yang makin parah gara-gara deforestasi akhirnya bikin suhu permukaan laut naik. Ini nih yang bahaya buat para fitoplankton:

Laut jadi Berlapis

Saat suhu air makin hangat, pencampuran air laut jadi melemah.

Nutrisi Tertahan

Fitoplankton butuh cahaya di permukaan, tapi nutrisi mereka adanya di bagian bawah laut. Karena airnya susah "ngaduk", nutrisi tadi nggak bisa naik ke atas.

Produksi Melambat

Tanpa nutrisi, fitoplankton nggak bisa fotosintesis maksimal. Produksi oksigen pun bisa menurun.

Rantai Makanan yang Terancam Putus

Kalau fitoplankton ini terganggu, yang rugi bukan cuma kita yang butuh napas, tapi seluruh penghuni laut. Fitoplankton itu fondasi paling bawah di rantai makanan. Kalau mereka hilang, zooplankton nggak makan, ikan kecil kelaparan, ikan besar pun lenyap. Ujung-ujungnya, manusia juga yang bakal pusing karena kehilangan sumber pangan protein dari laut.

Sekali lagi, ini bukan soal siapa yang lebih penting antara hutan atau laut. Keduanya itu satu tim. Menjaga hutan artinya menjaga suhu bumi tetap stabil, yang secara otomatis bakal menjaga kesehatan ekosistem laut kita.

Jadi, masih mau bilang deforestasi itu masalah daratan doang? Yuk, Gez, makin peduli sama isu lingkungan karena semuanya saling terhubung! (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved