Masjid Saksi Sejarah Pangeran Diponegoro Ini Kabarnya Punya Sumur Berisi Harta

Masjid Saksi Sejarah Pangeran Diponegoro Ini Kabarnya Punya Sumur Berisi Harta
Masjid Darussalam, saksi sejarah Pangeran Diponegoro. (Kelurahankenep.blogspot.com)

Masjid Darussalam, Kedunggudel, Sukoharjo, adalah saksi sejarah Pangeran Diponegoro melakukan perang melawan Belanda. Di masjid ini, konon ada sumur yang dipenuhi harta, lo!

Inibaru.id – Ada banyak sekali saksi sejarah Pangeran Diponegoro, salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih melawan penjajahan Belanda. Salah satunya adalah sebuah masjid yang ada di Sukoharjo. Masjid tersebut adalah Masjid Darussalam yang ada di Dukuh Kedunggudel, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukahorjo.

Masjid ini hanyalah beberapa kilometer saja dari Kota Sukoharjo. Lokasinya ada di sentra batik, jenang, pabrik jamu, serta kosmetik yang ada di Sukoharjo. Masjidnya memang terlihat sederhana dan mirip layaknya masjid-masjid kampung pada umumnya. Meski demikian, masjid ini kaya akan nilai sejarah karena jadi salah satu lokasi Pangeran Diponegoro menyusun strategi melawan Belanda.

“Keberadaan masjid ini sudah ada sejak penjajaha Belanda. Pada masa perang Pangeran Diponegoro, masjid ini menjadi tempat persembunyian,” terang salah seorang warga setempat Sehono.

Sayangnya, lambat laun Belanda tahu Diponegoro bersembunyi di sini dan melakukan pertemuan dengan Paku Buwono VI yang memang sempat bertapa di Kedunggudel. Alhasil, Dukuh Kedunggudel pun dibumihanguskan oleh tentara kompeni.

Terkait dengan Kerajaan Demak

Konon, Kedunggudel adalah salah satu wilayah yang menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa bagian selatan. Pada 1478, alim ulama yang berasal dari Kerajaan Demak menjadi penyebar Islam di kawasan ini.

Masjid ini memiiki dua daun pintu. Yang menarik, jumlah tiang yang ada di dalam masjid ini sama persis dengan yang ada di Masjid Agung Demak, yakni 16. Tiangnya juga dibuat dari kayu jati yang dibentuk bulat dengan tinggi sekitar 6-8 meter. Kalau di serambi masjid, terlihat ada delapan buah tiang yang sangat kokoh.

Masjid ini kabarnya punya Sumur Kyai Pleret yang menyimpan harta. (Vitriana dhessy/Sorot.co)
Masjid ini kabarnya punya Sumur Kyai Pleret yang menyimpan harta. (Vitriana dhessy/Sorot.co)

Awalnya, masjid ini dikenal dengan nama Masjid Tiban karena memiliki atasp sirap. Namun, pada 1916, atapnya diganti menjadi genteng. Tiang di bagian serambi juga ditinggikan. Di bagian mimbar, ada lambang bunga Wijayakusuma yang sangat unik.

Pada 1916 juga, di Dusun Kedunggudel berdiri Madrasah Muhammadiyah. Pelopor pendiriannya adalah KH Asnawi. Pada 1922, Kedunggudel pun dianggap sebagai basis Muhammadiyah di kawasan Solo Selatan.

Sumur Kyai Pleret yang Kabarnya Menyimpan Harta

Ada satu keunikan lain yang bisa kamu temukan di Masjid Darussalam Kedunggudel, yakni keberadaan Sumur Kyai Pleret. Sumur ini telah ditutupi oleh kaca.

Desas-desusnya, sumur ini dalah tempat para pejuang pribumi menyimpan hartanya saat berperang. Meski begitu, sejarah terkait hal ini masih simpang siur karena hanya didapatkan dari cerita turun-temurun. Hingga sekarang pun, belum ada orang yang berusaha untuk mencari tahu apakah memang benar ada harta yang terpendam di dalam sumur itu.

“Sumber sejarah masjid ini sangatlah terbatas, jadi kita hanya mendapatkannya melalui cerita turun-temurun,” ungkap Sehono.

Tertarik datang ke masjid saksi sejarah Pangerang Diponegoro, Millens? (Lip, Jpn/IB09/E05)