4 Jenis Pot Hias, Apa Saja Kelebihan dan Kekurangannya?

4 Jenis Pot Hias, Apa Saja Kelebihan dan Kekurangannya?
Ada beragam jenis pot hias untuk tanaman di pasaran. (Inibaru.id/Zulfa Anisah)

Ada banyak jenis pot hias yang bisa kamu temukan di pasaran. Semua punya kekurangan dan kelebihannya sendiri-sendiri. Berikut adalah penjelasannya.

Inibaru.id – Seiring dengan semakin lakunya tanaman hias, pot hias pun ikut-ikutan naik daun. Kini, banyak orang yang benar-benar memperhatikan pot hias seperti apa yang nantinya akan digunakan sebagai media tanam. Nah, ternyata, ada banyak lo jenis pot hias di pasaran.

Berikut adalah sejumlah pot hias lengkap dengan kelebihan sekaligus kekurangannya.

1.       Pot Hias Tanah Liat

Pot tanah liat kini semakin bervariasi. (Instagram/terracottafever)
Pot tanah liat kini semakin bervariasi. (Instagram/terracottafever)

Pot hias tanah liat cukup mudah ditemui di pasaran. Meski terkesan klasik, banyak orang yang menyukainya karena dianggap lebih cocok untuk tema back to nature. Logikanya, kombinasi tanaman, tanah, pupuk, dan pot tanah liat tentu sangat ramah lingkungan, bukan?

Pot hias dari bahan tanah liat nggak lagi membosankan seperti dulu. Kini, semakin banyak pot tanah liat yang dibuat dengan variasi ukuran dan bentuk yang menarik. Sebagai contoh, ada yang membuat pot layaknya berbentuk nanas, batang pohon, diberi gambar muka manusia, dan lain-lain.

Kelebihan dari bahan tanah liat sebagai pot adalah air bisa dengan mudah meresap. Selain itu, sirkulasi udara pada bagian akar pun bisa berlangsung dengan lebih baik. Alhasil, akar tanaman pun nggak bakal mudah membusuk.

Sayangnya, pot hias tanah liat juga punya kelemahan. Pot ini gampang pecah jika nggak hati-hati membawanya. Selain itu, kalau sering terkena hujan langsung, pot juga akan mudah rusak.

2.       Pot Hias Plastik

Pot hias plastik. (Alibaba)
Pot hias plastik. (Alibaba)

Kalau yang ini sih paling banyak ditemui di masa sekarang. Pot hias dari bahan plastik bisa didapatkan dengan aneka bentuk, warna, serta ukuran. Bahan plastik juga membuatnya berharga terjangkau.

Kelebihan lain dari pot ini adalah bahannya yang tahan banting sehingga nggak akan mudah rusak. Sayangnya, karena nggak memiliki pori-pori, peresapan airnya pun jadi buruk. Kalau pot nggak ada lubang untuk air keluar, bisa jadi bagian akar tanaman pun jadi mudah membusuk.

Meski begitu, kebanyakan pot dari bahan plastik sudah dilengkapi sejumlah lubang di bagian bawah demi menyiasati kekurangan ini.

3.       Pot Hias Kaleng

Pot hias dari bahan kaleng. (bssasnida.wordpress)
Pot hias dari bahan kaleng. (bssasnida.wordpress)

Pot hias kaleng biasanya terbuat dari bahan-bahan daur ulang. Meski terlihat ramah lingkungan, pot ini juga memiliki kelemahan, yakni mudah berkarat. Kalau sampai tanaman terkena karat, bisa mudah mati. Jadi lumayan repot deh.

4.       Pot Hias dari Bahan Semen

Pot hias dari bahan semen. (aliexpress.com)
Pot hias dari bahan semen. (aliexpress.com)

Ada satu jenis bahan pot yang cukup kokoh dan nggak mudah pecah, yakni semen. Pot ini bisa kamu buat sendiri atau dibeli di toko tanaman hias. Meski berat, harga pot yang terbuat dari semen ini cenderung cukup terjangkau. Tapi, pot ini cukup berat, apalagi jika ukurannya cukup besar. Kamu pun nggak akan mudah mengangkatnya.

Dari semua jenis pot hias yang bisa kamu dapatkan di pasaran itu, mana yang paling sering kamu gunakan, Millens? (Pop/IB09/E05)