Bisnis Menjanjikan; Beternak Ayam Petelur untuk Pemula

Bisnis Menjanjikan; Beternak Ayam Petelur untuk Pemula
Ilustrasi: Beternak ayam petelur. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Beternak ayam petelur adalah bisnis menjanjikan. Nah, untuk pemula, tips dari peternak ayam petelur asal Kudus, Jawa Tengah, ini mungkin bisa kamu jadikan acuan.

Inibaru.id – Harga telur ayam sempat melambung tinggi beberapa waktu lalu. Sejumlah pakar menilai, naiknya harga telur dipicu oleh permintaan yang lebih tinggi dibanding ketersediaan telur di pasaran yang hingga sekarang masih dipasok peternak ayam petelur lokal.

Di Indonesia, kebutuhan masyarakat akan sumber protein hewani tersebut memang terbilang besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 menyebut, masyarakat Indonesia mengonsumsi 1,84 juta ton telur saban tahun dan bakal terus meningkat dari waktu ke waktu.

Fakta tersebut sejatinya bisa menjadi celah untuk kamu yang pengin berbisnis di bidang ini. Ranah yang paling menjanjikan tentu saja sebagai produsen. Abdul Ghofur, peternak ayam petelur asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengakuinya.

Bekas tenaga marketing di pabrik speaker ini mengatakan, bisnis ternak ayam petelur sangatlah menjanjikan. Itu pulalah yang membuat dia banting setir dari pekerjaan yang sudah digelutinya sejak 1990 hingga 2020 itu dengan mendirikan peternakan Makmur Sejahtera kepunyaannya.

Memulai Ternak Ayam Petelur

Bisnis ternak ayam petelur cukup menjanjikan di Indonesia. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Bisnis ternak ayam petelur cukup menjanjikan di Indonesia. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Untuk memulai usaha ternak ayam petelur, Abdul mengatakan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Inilah bebapa tips dari Abdul yang mungkin bisa kamu tiru, Millens.

1. Mempersiapkan Modal

Hal pertama yang harus disiapkan adalah modal. Siapkan uang sebanyak Rp 9 juta untuk membeli sekitar 100 ekor bibit ayam petelur. Setelah itu, siapkan juga pakan sebanyak 12 kilogram untuk ayam-ayam tersebut setiap hari.

"Pakan berupa jagung, bekatul, dan konstrat bisa dibeli pada kisaran Rp 84 ribu," ungkap Abdul belum lama ini. "Siapkan juga kandang minimal 2x6 meter. Biaya pembuatannya Rp 10 jutaan."

2. Merawat Kandang

Selain kualitas ayam, kandang juga menjadi bagian terpenting yang harus betul-betul diperhatikan saat memulai bisnis peternakan ayam. Perawatan kandang yang baik akan menunjang kesehatan ayam dan kualitas telur yang dihasilkan. Berikut adalah tipsnya:

  • Kandang harus disemprot disinfektan dua pekan sekali;
  • Kandang harus rutin dibersihkan setidaknya satu bulan sekali. Kedua hal ini penting demi mencegah masuknya virus atau bibit penyakit yang bisa membuat ayam petelur mati;
  • Pakan diberikan setiap pagi dan sore hari;
  • Lakukan vaksinasi pada ayam-ayam tersebut secara rutin setiap bulan;
  • Pastikan sirkulasi udara kandang berjalan dengan baik.

3. Mengecek Produktivitas

Hal ketiga yang nggak boleh kamu lupakan adalah mengecek produktivitas ayam petelur di kandangmu. Jika mencapai 85 persen dari populasi ayam mau bertelur, kandang ayammu dianggap produktif. Namun, kalau hanya 70 persen, kamu harus mulai mengganti ayam yang kemungkinan sudah afkir atau nggak lagi produktif.

“Biasanya, ayam mulai nggak produktif setelah dua tahun. Kalau bisa dijual saja,” saran Abdul.

Gimana, terlihat mudah, bukan? Untuk lebih membuatmu bersemangat nih; Abdul mengatakan, tiap hari dia bisa merengkuh uang sebesar Rp 1,68 juta dari penjualan telur, dari 1.200 ekor ayam. Setelah dipotong biaya pakan dll, keuntungan bersihnya adalah Rp 480 ribu.

Untuk usaha kecil yang baru dia mulai dalam beberapa tahun terakhir, itu pendapatan yang sangat menjajikan, lo, Millens! Tertarik juga nggak, nih? (Tvo,Mur/IB09/E03)