Semarang-Tanggung, Jalur Kereta Api Paling Awal di Indonesia

Semarang-Tanggung, Jalur Kereta Api Paling Awal di Indonesia
Stasiun Tanggung, saksi bisu jalur kereta api pertama yang beroperasi di Indonesia. (Wikipedia/Fajar Muhammad)

Bukan di Jakarta, jalur kereta api pertama yang beroperasi di Indonesia adalah Semarang-Tanggung. Bahkan, Stasiun Tanggung di Grobogan masih eksis sampai sekarang.

Inibaru.id – Tebak, di mana jalur kereta api pertama yang beroperasi di Indonesia? Kalau kamu pikir jawabannya ada di sekitar Ibu Kota Jakarta, maka jawaban tersebut salah, Millens. Ternyata, jalur kereta api pertama di Indonesia adalah Semarang-Tanggung.

Stasiun Tanggung berlokasi di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan. Lokasinya sekitar 25 km dari Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang. Kini, stasiun tersebut masuk dalam Daerah Operasi (Daop IV Semarang).

Stasiun ini adalah yang paling tua keempat di Indonesia setelah Semarang NIS, Allas-Toewa (kini Alastua dan Berlokasi di Tlogomulyo, Pedurungan, Kota Semarang), serta Stasiun Broemboeng (kini Brumbung di Desa Kembangarum, Mranggen, Demak). Keempat stasiun inilah yang dilewati jalur kereta api pertama yang beroperasi di Tanah Air, Millens.

Kali pertama peluit kereta api terdengar di jalur tersebut adalah pada 10 Agustus 1867. Tapi, pembangunan jalur tersebut dimulai tiga tahun sebelumnya, tepatnya sejak 17 Juni 1864. Kala itu, Hindia Belanda dipimpin oleh Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele.

Pengelola transportasi ular besi tersebut adalah Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Tarifnya saat itu bervariasi dari 0,45 Gulden, 1,5 Gulden, serta 3 Gulden. Yap, pada masa itu sudah ada perbedaan kelas pada gerbong kereta.

Nggak Hanya untuk Manusia

Jalur kereta api Semarang -Tanggung jadi cikal bakal sistem kereta api modern di Indonesia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Jalur kereta api Semarang -Tanggung jadi cikal bakal sistem kereta api modern di Indonesia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Menariknya, yang naik kereta api dari Semarang ke Tanggung atau sebaliknya nggak melulu manusia. Terkadang, yang diangkut ke dalam kereta bisa saja hewan ternak, pedati, gerobak, serta berbagai hasil bumi.

Saat itu, jalur kereta api Semarang-Tanggung hanya beroperasi dua kali sehari. Kereta dari Stasiun Samarang berangkat pukul 07.00 sampai di Stasiun Tanggung pada pukul 08.00. Sebaliknya, kereta dari Stasiun Tanggung berangkat pukul 16.00 dan tiba di Semarang pada pukul 17.00.

Suksesnya jalur kereta api Semarang -Tanggung membuat NIS kembali membuka jalur-jalur kereta api lain di Hindia Belanda. Pada 21 Mei 1873, jalur penghubung Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta resmi dibuka. Pada tahun yang sama, jalur kereta Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor) juga sudah selesai dibangun.

Saking masifnya pembangunan jalur kereta api, pada 1900, sudah ada 3.338 kilometer rel kereta api yang dibuat di Jawa dan Sumatera. Jalur-jalur kereta itulah yang jadi cikal bakal jalur kereta api modern di Indonesia.

Sayangnya, kini Stasiun Samarang NIS maupun Stasiun Tanggung sudah nggak lagi dipakai. Kondisi Stasiun Samarang NIS bahkan tersembunyi di tengah perkampungan. Sementara itu, Stasiun Tanggung masih eksis meski nggak ada satu pun kereta api yang berhenti di sana. 

Menarik juga ya sejarah jalur kereta api pertama di Indonesia, Millens? (Wik,Det,Sol,Kom/IB09/E10)