Nasi Goreng Padang Bangjo Kondang di Pelbagai Kalangan di Semarang

Nasi Goreng Padang Bangjo Kondang di Pelbagai Kalangan di Semarang
Potret keluarga kecil yang datang dan makan bersama di warung Nasi Goreng Padang Bangjo. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)

Nasi goreng bukanlah kuliner istimewa karena ada di mana-mana. Namun siapa yang nggak mengenal Nasi Goreng Padang Bangjo? Nggak hanya untuk lidah orang Semarang, nasi goreng dengan bumbu khas Padang ini juga kondang di kalangan pendatang.

Inibaru.id – Nasi Goreng Padang Bangjo agaknya nggak mengenal kata sepi. Berdiri sejak 2007, rumah makan yang berlokasi nggak jauh dari Stasiun Poncol Semarang ini memang terbilang cukup strategis, khususnya bagi para pelancong yang baru saja tiba di Kota Lunpia dengan berkereta.

Bambang, sang pemilik, nggak harus membuka tempat makannya itu dari pagi untuk mendapat keuntungan maksimal. Buka mulai pukul 15.00 WIB, nggak jarang dia menutup rumah makan lebih cepat dari jam yang tertera, yakni pukul 22.00 WIB, karena dagangannya sudah habis.

Sebagian besar pembeli nasi goreng yang khas dengan rasa rempahnya yang begitu kuat ini adalah pelanggan setia. Kalau bukan karena penasaran, umumnya mereka adalah orang-orang yang kembali karena telah merasakan kelezatan nasi gorengnya yang memiliki banyak varian.

Fitri dan Novia, misalnya. Sudah hampir satu dekade kedua sahabat asal Kota Semarang ini menjadi konsumen tetap Nasgor Bangjo. Fitri mengaku mengenal masakan pedas ini pada 2012. Kala itu keduanya masih duduk di bangku kuliah.

Fitri (kiri) dan Novia (kanan) pelanggan Nasi Goreng Padang Bangjo yang sudah sering jajan disini sejak tahun 2012. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)
Fitri (kiri) dan Novia (kanan) pelanggan Nasi Goreng Padang Bangjo yang sudah sering jajan disini sejak tahun 2012. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)

“Awal mula ke sini karena cerita teman yang dari luar Semarang. Cerita dari mulut ke mulut, katanya enak," tutur Fitri.

Setelah membuktikan sendiri, baik Fitri maupun Novia pun mulai ketagihan. Menurut Fitri, yang bikin nasi goreng ini berbeda dengan nasi goreng lain adalah bumbu yang kaya rempah. Hal ini pun segera ditimpali Novia dengan anggukan tegas

“Rasa nasi gorengnya itu berbeda, kayak nasi kebuli yang rempahnya banyak, tapi ini digoreng,” jelas Novia, yang mengaku belum pernah menemukan nasi goreng Padang lain dengan rasa serupa itu di Kota Semarang.

Karena sudah kepincut dengan nasi goreng di Bangjo, hampir tiap bulan mereka selalu menyempatkan diri bertandang ke rumah makan tersebut. Fitri dan Novia yang selalu datang bersama juga sepakat, rasa nasi goreng di Nasgor Bangjo tetap konsisten hingga kini.

“Rasa dan pelayanan masih oke dari dulu. Tapi, untuk porsi, dulu kayanya sedikit lebih banyak! Ha-ha,” kelakar Fitri.

Satu porsi Nasi Goreng Padang Bangjo topping telur dan babat lengkap dengan satu gelas es teh manis. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)
Satu porsi Nasi Goreng Padang Bangjo topping telur dan babat lengkap dengan satu gelas es teh manis. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Berbeda dengan Fitri dan Novia, Irene yang datang dengan sang suami dan dua anak mempunyai cerita lain dalam memilih Nasi Goreng Padang Bangjo sebagai warung makan langganannya.

“Dua tahun lalu awal mula ke sini diajak Bapak (menunjuk sang suami). Eh, kok enak. Jadi, sekarang keterusan sering makan ke sini dengan anak-anak,” kata Irene.

Seringnya datang ke Nasgor Bangjo membuat Irene hapal betul menu-menu yang ada di rumah makan tersebut. Tiap datang, dia memang mengaku suka menjajal berbagai pilihan topping dan varian nasi goreng yang ada di daftar menu.

“Kalau ke sini sering gonta-ganti lauk, coba-coba," terang Irene sembari memilih menu yang mau dipesannya. "Walau pasti topping cumi-cumi nggak pernah ketinggalan.”

Rasa nasi goreng di rumah makan ini memang nggak perlu diragukan lagi, Millens. Kalau ada waktu, silakan mampir. Eits, tapi dibungkus saja ya, biar nggak menimbulkan kerumunan! (Kharisma Ghana Tawakal/E03)