BerandaKulinary
Minggu, 25 Jan 2026 09:01

Istimewanya Wisata Kuliner di Warung Brongkos dan Mangut Pak Wakidi Magelang

Penulis:

Istimewanya Wisata Kuliner di Warung Brongkos dan Mangut Pak Wakidi MagelangArie Widodo
Istimewanya Wisata Kuliner di Warung Brongkos dan Mangut Pak Wakidi Magelang

Warung Brongkos dan Mangut Pak Wakidi. (Djumadi Besar)

Eksis sejak 1980-an di warung yang masih sederhana di pinggir sawah, Warung Brongkos dan Mangut Pak Wakidi layak disebut sebagai lokasi kuliner legendaris.

Inibaru.id - Kalau sedang melintas di jalur alternatif Magelang–Yogyakarta, ada satu warung makan yang sering bikin orang penasaran. Bangunannya sederhana, berdiri di tepi jalan dengan latar persawahan yang luas, tapi selalu dipenuhi banyak orang. Nama tempatnya adalah Warung Brongkos dan Mangut Pak Wakidi.

Lokasi warung legendaris ini ada di Dusun Krajan, Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Kalau dari pusat kota Magelang, jaraknya 30 kilometer ke arah selatan. Kalau dari pusat kota Yogyakarta, malah lebih dekat, yaitu sekitar 20 kilometer ke arah barat laut.

Warung ini sudah berdiri sejak 1980. Awalnya, menu yang disajikan cuma bakso dan soto. Seiring waktu, pilihan makanannya makin beragam, mengikuti selera pelanggan dan tradisi masakan Jawa rumahan. Salah satu menu yang kemudian jadi primadona adalah brongkos, hidangan khas Jawa Tengah yang dikenal dengan kuah santan kecoklatan dan rasa rempah yang kuat.

Menariknya, brongkos di Warung Pak Wakidi punya ciri khas sendiri. Berbeda dari brongkos pada umumnya yang menggunakan kacang tolo, versi di sini justru tidak memakainya sama sekali. Sebagai gantinya, satu porsi nasi brongkos disiram kuah kental beraroma kluwek dengan isian daging sapi yang melimpah. Bukan cuma daging, ada juga kikil dan koyor alias lemak sapi yang bikin teksturnya makin kaya.

Menurut Murtinem, pemilik warung yang kini mengelola tempat ini, kunci rasa brongkos ada pada bumbunya. Racikannya terdiri atas bawang merah, bawang putih, merica, kunyit, jahe, lengkuas, cabai, dan tentu saja kluwek sebagai bumbu utama.

Brongkos yang tersedia di warung ini. (Gumilang Almas)
Brongkos yang tersedia di warung ini. (Gumilang Almas)

“Masaknya dengan tungku kayu bakar demi menjaga rasa, bukannya kompor gas,” ungkap Murtinem sebagaimana dinukil dari Kompas, (4/12/2015).

Proses memasaknya pun tak sebentar, bisa sampai dua jam, demi memastikan daging empuk dan bumbu benar-benar meresap.

Hasilnya adalah sepiring brongkos dengan rasa gurih santan yang dalam, sedikit earthy dari kluwek, dan daging yang lembut tanpa perlawanan saat digigit. Tak heran kalau menu ini punya banyak penggemar setia. Meski baru mulai dijual sejak 1993, brongkos Pak Wakidi kini jadi alasan utama banyak orang sengaja mampir.

Selain brongkos, warung ini juga menyajikan aneka masakan Jawa lain seperti soto, bakso, ayam bacem, bebek bacem, ayam goreng, mangut lele, dan mangut gurame. Harganya pun ramah di kantong, sekitar Rp20 ribuan per porsi, dengan ukuran yang cukup mengenyangkan.

Suasana makan di sini juga jadi nilai tambah. Duduk di warung sederhana sambil memandang pematang sawah, ada sensasi nostalgia makan ala desa yang sulit dicari di kota. Makanya, warung ini selalu dipenuhi pembeli sejak buka dari pukul 07.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Hm, jadi makin penasaran seenak apa brongkos di Warung Brongkos dan Mangut Pak Wakidi. Yuk kapan kita wisata kuliner ke sana, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved