Cabuk Rambak, Kuliner yang Hanya Bisa Kamu Temui di Solo

Cabuk Rambak, Kuliner yang Hanya Bisa Kamu Temui di Solo
Cabuk rambak, kuliner khas Solo. (Travel.tribunnews.com/Satyawinnie)

Kalau main ke Kota Surakarta atau Solo, coba deh cicipi cabuk rambak dan ketan bubuk juruh. Kuliner itu hanya bisa kamu temui di sana, lo.

Inibaru.id – Nggak hanya serabi atau selat solo, sebenarnya ada banyak sekali kuliner khas Kota Surakarta. Salah satu yang menarik adalah cabuk rambak. Seperti apa sih kuliner yang satu ini?

Kamu bisa menemukan cabuk rambak di penjual nasi liwet yang berjejer di Jalan Yos Sudarso saat malam hari. Biasanya, porsinya kecil karena memang dibuat agar nggak bikin kenyang. Jadi ya, cabuk rambak ini mirip seperti camilan.

“Ini kuliner khas Solo. Di tempat lain nggak ada,” jelas penjual nasi liwet dan cabuk rambak Bu Warni, Rabu (22/10/2014).

Cabuk rambak sebenarnya adalah penganan yang terdiri atas irisan ketupat yang diberi saus yang terbuat dari wijen dan kelapa parut sangrai. Warna sausnya kecokelatan. Selain itu, kamu juga bisa menemukan karak, jenis kerupuk dari bahan nasi sebagai pelengkap. Bisa dibayangkan bukan seperti apa rasanya? Yap, gurih dan nikmat!

Nama cabuk rambak berasal dari ‘cabuk’ yang berarti wijen, salah satu bahan saus kecokelatan, dan 'rambak', kerupuk dari kulit sapi atau kulit kerbau. Jadi ya, sebelum diganti dengan karak, dulu pelengkapnya adalah rambak. Alasan penggantian ini sih karena harga rambak sudah semakin mahal, Millens.

Ketan bubuk juruh. (Cookpad)
Ketan bubuk juruh. (Cookpad)

Selain cabuk rambak yang biasanya disajikan dengan pincuk daun pisang, Bu Warni ternyata juga menyediakan kuliner tradisional legendaris lainnya, lo. Kamu juga bisa mencicipi ketan bubuk juruh.

Ketan bubuk juruh berupa beras ketan yang diberi tambahan bubuk kedelai serta parutan kelapa dan kemudian disiram dengan juruh atau gula merah leleh. Soal rasa, pasti manis dan bikin ketagihan deh.

Sensasi renyah saat mencicipi bubuk kedelainya juga bikin ketan bubuk juruh jadi semakin istimewa. Jadi, nggak ada salahnya sih mengonsumsinya bersamaan dengan cabuk rambak. Kan sama-sama camilan.

O ya, kalau kamu penasaran dengan cabuk rambak atau ketan bubuk juruh, nggak perlu merogoh kocek dalam-dalam kok. Satu porsi dari masing-masing penganan khas Solo ini nggak bakal mencapai Rp 10 ribu. Ada juga yang bahkan masih menjualnya dengan harga Rp 5 ribu – Rp 6 ribu, lo.

Kalau kamu mencarinya di Pasar Gede Solo, juga bakal bisa menemukan cabuk rambak saat pagi hari. Harganya, juga nggak jauh beda dari yang disediakan di penjual nasi liwet Jalan Yos Sudarso. Tetap murah dan bikin puas!

Jadi, kapan nih kita kulineran di kota Solo, Millens? (Wik, Sur, Cnn/IB09/E05)